Penantian panjang

tak kuasa aku menahan tetes air hujan agar tetap menjadi awan
tak sanggup aku mengubah kepompong menjadi kupu2 agar lebih indah
tak bisa aku mengusir mendung di langit untuk melihat bintang
aku menanti jawab tak berkesudahan
aku menangis dalam tawa
aku menjerit dalam diam
aku meronta tanpa gerak
aku ada dalam satu benteng akhir penantian,
tinggi
aku harus mampu melewatinya
meski hanya diam menanti jawab
jawaban menghujam
menikam sanubari
menunggu mati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s