Buat Kalian yang merasa sdh siap “NIKAH” lahir batin part 2

Belum nemu jodoh, ching… (idiiih… nemu ?)
Oke, oke… belum nemu. Antum barangkali yang salah strategi. Masa udah segede ini nggak pernah keluar dari persembunyian, makanya nggak nemu-nemu (afwan… bercanda). Maksudnya antum belum benar-benar berusaha kaliii…. “Udah berusaha kok?” ah, kurang serius kali…
Jadi gini, my frien’s. Kalo antum emang bener-bener serius mau nikah, mantapkan niat mulia itu, jangan main-main. Cari tahu seorang akhwat/ikhwan yang sekiranya baik, paling baik kalo antum minta direkomendasikan sama seorang teman atau keluarga yang sudah mengenalnya. Terus antum korek keterangan dari mereka, gimana akhlaknya, gimana kesehariannya, atau apakah dia dalam masa khitbah apa enggak dan bla… bla.. habis itu kalo ternyata dia terbukti ‘bersih’ antum bisa mulai maju (merdeka !!, ups salah… Allahu Akbar !!) kalo dia akhwat, tanya kesediaannya untuk dilamar. Kalo dia seorang ikhwan, minta tolonglah sama seseorang apakah dia bersedia menikah dengan antum. Whoaaa… !! malu kan, ching. Masa akhwat menawarkan diri. Ih… nggak masalah lagi !! masa belum pernah dengar cerita shahabiyah yang menawarkan dirinya untuk dinikahi oleh Rasul (baca dong … baca !!)
Ya gimana lah caranya, my friends sendiri yang tahu. Ana disini cuma mau ngomporin aja Oke..
Trus buat yang lagi ikhtiar nyari jodoh via dunia maya (baca: internet), termasuk via friendster ato facebook, ana cuma mau pesen. Antum yang serius kalo mau ta’aruf, jangan ragu-ragu dan punya pikiran macem-macem. Jangan-jangan gini, jangan-jangan gitu. Antum maju saja, anggap bahwa ini perjuangan untuk menggenapkan separuh dien. Nah, ntar setelah ta’aruf kan ketahuan cocok nggak nya. Habis itu terserah myqers sendiri, mau lanjut sampe ke pernikahan apa di stop aja. Jangan ‘membatalkan’ begitu aja ketika udah sepakat buat ta’aruf, itu sangat sangat mengecewakan sodara-sodara.
Lanjuuut…..
Ada sih calon, tapi ortu belum ngasih lisensi soalnya masih kuliah dan belum kerja. Nah… kalo yang ini sih pinter-pinternya my friends aja ngelobi orang tua. Kemukakan alasan-alasan yang tepat kepada mereka, kenapa antum pingin nikah. Masalah belum kerja itu bisa dipikir bersama sesudah nikah antum bisa mulai usaha kecil-kecilan. Yang penting (pinjem istilah si Nida) bisa tetap bekerja, bukan punya pekerjaan tetap.
Last but not least, ana bukannya mau menggurui atau sok tahu. Karena sampai saat ini ana juga masih melajang (lho…??!!) . ana cuma mau berbagi. Jika sekiranya opini ana nggak bagus sama sekali -atau bahkan buruk- ana minta maaf udah bikin kacau facebook . Semoga apa yang sudah ana sampaikan menjadi semacam ide lain bagi my friends yang sudah punya niatan buat nikah untuk maju terus dengan niatnya. Sekalian buat ngingetin diri ana –kapan nih mau nikah ???- Wallaahul musta’aan…
Dikutip dari :
Myquran
Jadikanlah ikhtibar kawand
(dari maz cipto, bukan amy yang nulis. Hehehe…)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s