SEJAUH MANA PENGGUNAAN AKAL DALAM ISLAM?

Ini salah satu bahasan yang sangat menarik bagi aku. Berkali-kali bertemu dengan “Ulil Abshar Abdala cs” bukan hanya satu-dua kali tetep kekeuh dengan tema “obrolan” ini, meski belum pernah bertemu dengan beliau langsung. Hehehe… tapi damai ya temen-temenku yang ceesnya beliau. Kan kita udah transparan, kamu dengan jalanmu, aku dengan jalanku (kalo mungkin di antara kalian ada yang baca ini, maaf, sengaja ga tak tag, ini tulisan untuk orang-orang di lingkaranku kok, bukan di lingkaran kalian. ;)).
Memang obrolan ini milik semua kalangan,ga cuma Musdah Mulia yg asyik ngobrolin ini.
Kita tahu, bukan salah, bahkan kewajiban manusia untuk menggunakan akal dalam menjalani kehidupan di dunia. Akal selalu berhubungan dengan ilmu.
“… niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat….”
Secara etimologi, akal berasal dari bahasa Arab “aql” yang berarti kecerdasan, hati, sesuatu yang membedakan manusia dengan hewan.
Al Qur’an menyerukan kepada manusia agar akal digunakan secara benar dan berpegang pada tujuan-tujuannya dan berada pada garis lurus.
Persoalannya, apakah akal dapat membuka pintu masalah-masalah di luar jangkauannya?
Kalau merunut isi al Qur’an, kebanyakan orang memang lebih cenderung mendewakan akal. sebagai contoh tentang ketidakpercayaan orang kafir zaman dahulu tentang hidup sesudah mati, kemudian dijelaskan juga bahwa manusia itu suka membantah.
”…dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah” (QS. Al-Kahfi : 54)
Coba kamu berikan hikmah pertanyaan sbb:
Kalau orang pas solat kentut apa yang ia sucikan?
Kenapa Islam malah mengajarkan wudhu?
Mengapa tidak (maaf) pantatnya saja yang disucikan?
atau..
Mengapa seseorang yang menikah bisa menghasilkan keturunan yang bernyawa?
Padahal kan cuma pertemuan sel sperma dengan ovum?
Kok bisa jadi makhluk hidup??
“Dan mereka ber-tanya kepadamu tentang roh. Katakanlah,’Roh itu termasuk urusan Tu-han-ku, dan tidaklah kalian diberi pe-ngetahuan melainkan sedikit.” (QS. Al-Isra’: 85).
ini menunjukkan kalau akal manusia itu terbatas.
jadi semua masalah tidak bisa hanya dipecahkan dengan akal.
Secara intuitif -(halah bahasa apa ini? Ketinggian ga? Ga kan? Kan yang baca orang-orang pinter. Hohoho…)- akal adalah makhluk yang terbatas. Bagaimanapun kehebatan dan kesempurnaan akal, namun tetap saja jarak antara yang wujud dan ‘adam adalah jarak yang tidak dapat digambarkan oleh manusia.
Sekali lagi saya tegaskan, kewajiban kita untuk menggunakan akal, tapi dengan batasan-batasannya yang memang terbatas. Boleh kita mencari tahu tentang apapun dalam kehidupan ini, missal kenapa madu sangat bermanfaat? Kenapa tidak ada kehidupan manusia di luar bumi? Dan lain sebagainya.
“… sungguh pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti” (QS. Ar-Ra’d : 4)
Jadi kita memang diperintahkan untuk berpikir. (lagi-lagi dengan batasan)
Jangan sampai kita menjadi seperti kaum kafirin yang mengingkari peristiwa Isra’ Mi’raj. Atau orang-orang Jahiliah yang tidak mempercayai adanya kehidupan setelah mati. Jangan sampai akal memperbudak kita, menjerumuskan kita pada lembah nista.
Kasus “pengakalan” yang cukup populer yang diusung oleh teman-teman saya di JIL adalah kasus penghalalan homoseks, tidak wajibnya shalat lima waktu, tidak wajibnya berjilbab, dan lain sebagainya, saking banyaknya fatwa-fatwa nyeleneh mereka mpe aku ga hapal. Hehehhe…
Kesimpulannya, akal hidup dalam berbagai persepsi, persepsi kadang memberi pengaruh buruk kepada akal. Sehingga menyimpang dari kebenaran, condong kepada kesalahan, dan mengarah pada kebatilan.
Akhirnya dalam dakwah semua kembali pada Allah, karena Allah-lah pemilik hidayatul taufik sedang kita manusia hanyalah hidayatul irsyad (perantara).
Maaf jika tulisan ini ga sempurna karena aku memang bukan makhluk sempurna, tepatnya makhluk yang ga sempurna dengan segala macam keacakadutannya. Hwkwkwkwk…

wallahu a’lam..

(berbagai sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s