Jika Terlanjur Ada Seseorang di Hatimu [part 1]

Buat saya,ini adalah pembahasan yg penting, khususnya buat kamu yg memang sedang dirundung perasaan berbunga-bunga.
Apakah kamu sudah memiliki tambatan hati? Kamu sendiri ga ngerti kenapa, tapi ada perasaan suka yg kamu pendam terhadap seseorang yg kamu kenal sudah lama. Rasanya kamu ridho terhadap diri dan agamanya, sehingga kamu penasaran sekali apakah yg bersangkutan juga merasakan hal yg sama terhadapmu? Kalau iya,kamu ingin sekali bisa membina rumah tangga bersama orang yg kamu ‘ridhoi’ dan ‘meridhoimu’ karena sudah saling memiliki ‘rasa’.
Terhadap situasi seperti ini,hal yg paling penting kamu sadari adalah bahwa perasaanmu itu bukanlah kesalahan. Perasaan suka dan cinta merupakan anugerah,sesuatu yg patut disyukuri karena menandakan bahwa hatimu nggak keras.
Yg salah adalah apabila kamu melakukan hal-hal yg dilarang Allah atas nama perasaan tersebut. Mendekati zina misalnya.
Lalu, bagaimana dong cara mengetahui apakah si dia merasakan hal yg sama atau nggak?
Untuk laki-laki mungkin ga terlalu sulit, kamu bisa langsung datang melamar sang gadis, atau meminta tolong diselidiki oleh teman terdekatnya bagaimana perasaan sang gadis sebenarnya terhadapmu.
Asalkan jangan seenaknya menge-‘take’ seorang perempuan hanya karena kamu belum punya nyali untuk menikah saat ini. Plis deh, GA GENTLE BANGET GITU LOH! Mau memastikan si perempuan jadi sama kamu ya. . . lamar aja!
Lha kalau perempuan? Apa yg harus dilakukan? Rasanya ga ber-izzah banget kalau perempuan yg lebih agresif.
Untuk menjawab ini,saya harus berhati2 karena ada banyak perbedaan pandangan dan pemikiran. Saya khawatir salah memberi masukan.
Senggaknya ada 2 tipe yg berbeda dalam menanggapi perasaan ini:
1.Si ‘penjaga’
tipe ‘penjaga’ adalah perempuan yg memilih untuk menjaga hati atau menjaga izzah (kemuliaan diri). Baginya perasaan ‘merah jambu’ yg hadir sebelum pernikahan adalah virus yg harus dibasmi atau bisa sangat membahayakan menggerogoti hati. Ia memilih untuk menghanguskan perasaan yg ga sepatutnya ada di hatinya dg cara mendiamkannya. Membiarkan perasaan itu berlalu begitu saja dengan sendirinya.

2.Si ‘to the point’
saya bertemu banyak kenalan yg bertipe seperti ini. Mereka bukannya ga memiliki izzah alias kemuliaan harga dirh,justru mereka meyakini beginilah cara mereka menjaga izzahnya, yaitu dg mengungkapkan secara langsung perasaan mereka pada yg bersangkutan.
Sama seperti seorang wanita yg menawarkan dirinya pada Rasulullah untuk dinikahi jika Rasulullah mau. Ketika Aisyah mengomentari bahwa wanita itu ga tau malu, Rasulullah justru mengatakan bahwa wanita itu lebih baik. Ia mempercayai Rasulullah dan menganggap beliau adalah yg terbaik, maka ia pun menawarkan dirinya untuk dinikahi.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa wanita yg menawarkan dirinya bukan berarti ga tau malu. Justru ia patut diacungi jempol karena mampu menahan rasa malunya untuk menyampaikan apa yg ia yakini itu benar. Ia menawarkan diri untuk dinikahi loh,bukan dizinahi alias dipacari.

{Syamsa Hawa}

NB:baca juga part 2.Tunggu ya. .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s