Jika Terlajur Ada Seseorang di Hatimu (Part 2)

TRUE STORY

Vani (nama samaran), dua setengah tahun yang lalu menuliskan “surat pengakuan” untuk senior organisasi di SMAnya dulu. Kini mereka berada di universitas yang sama meski terpisah jurusan. Vani memiliki perasaan khusus pada sang senior, sementara ia merasa usianya sudah cukup untuk menikah. Ia mengirimkan “lamaran” melalui perantara sepupunya yang merupkan sahabat sang senior.
Dalam surat itu, Vani menuliskan maksudnya secara gamblang, bahwa ia memiliki perasaan spesial yang tidak baik jika tidak diteruskan ke pernikahan, sementara ia sudah siap menikah. Ia pun menanyakan bagaimana kesiapan sang senior, apakah memiliki perasaan yang sama?
Vani meminta jawaban yang jelas. Apapun jawaban yang diberikan, Vani siap, karena memang tekadnya untuk berproses menuju pernikahan sudah bulat. Kalau bukan dengan si senior yaa dengan ikhwan lain, memangnya ikhwan Cuma satu? Ia hanya tidak ingin merasakan penyesalan karena belum mengetahui perasaan si senior.
Ternyata jawaban yang diperoleh Vani cukup menyakitkan, seniornya menyatakan “belum bisa menikah saat ini”, hanya karena ia baru kuliah tingkat dua. Penolakan yang tidak syar’i bagi Vani. Tapi Vani menerimanya dengan lapang dada, ia pun berproses taaruf dengan yang lain.
Siapa sangka, dua tahun berproses, melewati tujuh kali taaruf, Vani tidak juga berhasil mencapai jenjang pernikahan. Ia sudah bete, sudah ilfil dengan kata taaruf, sudah lelah gagal, dan sudah tak terbendung asanya untuk segera ke pelaminan.
Di titik putus asa itulah, sang senior yang sudah lulus dan telah wisuda justru berbalik mengirimkan “lamaran” kepada Vani. Vani sungguh tidak kepikiran, ini hal yang sangat mengejutkan dan tidak ia sangka.
Tidak lama setelah itu, Vani pun tersenyum lega di pelaminan bersama sang senior, bahkan mereka sudah akan memiliki anak saat ini. Subhanallah, mudah-mudahan keberkahan menyelimuti rumah tangga mereka.

Kalau kamu memiliki pandangan yang sama. Kalau kamu punya mental baja serupa, lakukanlah hal yang terbaik. Pada waktu yang tepat, dengan pilihan kata yang sangat hati-hati, dan rahasia yang terjaga, dan tentunya hanya kepada orang-orang yang bisa dipercaya. Kamu dapat melakukan seperti yang diatas (edit-pen), tapi tentunya dengan persiapan tinggi untuk diterima atau pun ditolak. Jangan malahan patah hati dan ga terima dengan jawaban yang kamu dapatkan.
Manapun tindakan yang kamu pilih, saya sarankan kamu benar-benar menghilangkan perasaan spesial pada laki-laki lain ketika kamu memutuskan untuk ta’aruf atau menerima lamaran seorang laki-laki.
Karena yang sering sekali kejadian cinta lama bersemi kembaliterjadi, padahal sudah berada pada koridor pernikahan. Hal ini terjadi akibat belum tuntasnya perasaan spesial kepada selain pasangan sebelum menikah. Nggak asyik banget kan kalau itu menimpamu.

Pengen tau cerita lengkapnya?? Baca buku ini yah!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s