. . .

Aku tak tahu kepada siapa aku harus mengirimkan rindu.
Pada dinginnya malam atau pada cahaya temaram.
Aku rindu, rindu yg kian menggebu.
Bergolak semarak dalam otak.
Tapi biarlah rindu ini jadi debu.
Hingga tak ada yg tahu.
Biarlah dibawa semilir angin, hingga ku yakin, aku masih menyimpan rapi dalam diri.
Untuk yg kurindui.
Entah apa dan siapa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s