sekedar coretan tentang MIMPI

Kali ini ga akan bahas topik berat kok. ringan aja. Berawal dari kemaren dalam 1x24jam ada 7 orang yang kebetulan mengeluhkan rendahnya minat baca. Hmmm…
Aku sebagai mahasiswa yang tiap hari mata kuliahnya ga jauh dari frase “minat baca”, jadi agak-agak gimana gitu. Kebetulan lagi pada hari itu juga ada temen di FB yang nulis stat quotesnya Taufik Ismail yang tentang buku. Huff… sebenernya aku bukan orang yang percaya pada konsep “kebetulan”, karena menurutku semua sudah diatur oleh “the invisible hands”.
Menurutku, minat baca itu suatu “habbit”. Kata buku-buku psikologi yang kubaca, “habbit” itu tertanam pada alam bawah sadar manusia hingga dia selalu punya dorongan untuk selalu mengulangnya tanpa rasa bosan.
Kalau kata Taufik Ismail “lebih baik saya miskin tapi punya banyak buku daripada kaya tapi tidak punya buku”, atau kata Salsabila Harun “mahasiswa termiskin adalah mahasiswa yang saat setelah wisuda tidak punya buku”, aku sangat setuju. Tapi aku sebagai warga Indonesia tulen, memiliki tingkat keseganan yang sangat tinggi untuk merelakan uang melayang dari dompetku untuk membeli buku. Hwkwkwkwkwk… bagiku yang penting tu ilmunya. Jadi jangan heran kalo aku suka nongkrong di antara rak buku perpustakaan, atau di toko buku (tapi ga beli). Kan banyak tu di Gramed buku yang ga disegel, curi baca aja. Mpe pramuniaganya melotot juga aku ga peduli, aku kan pengunjung, pengunjung adalah raja. Hahahaha… buka aib pribadi nih.
Sebenernya aku juga ga gitu-gitu amat hobi baca, tapi menurutku baca tu kebutuhan. Toh baca ga Cuma buku kan? Baca status, notes, gugling, bloging, dll juga termasuk baca kan?
Kebiasaan bacaku udah dimulai sejak aku masih krucil. Dari kecil tiap mu tidur pasti didongengin, nah setelah aku mulai bisa ngeja huruf, mulailah aku dikenalkan dengan majalah Bobo, buku cerita, dll khas anak-anak yang banyak gambarnya. Berlanjutlah sampe SD. Berhubung aku sekolah di SD ala Laskar Pelangi yang penduduknya Cuma 16 anak manusia, tentu saja minim fasilitas. Perpustakaannya satu ruangan dengan ruang guru dan ruang kepala sekolah plus ruang tamu. Itupun Cuma ada satu lemari berisi buku yang ga seberapa jumlahnya. Disitu aku tiap hari baca majalah KUNCUNG. Ada yang kenal?
Tapi dirumah, aku selalu disuplay dengan buku-buku dari perpustakaan sekolahnya Ibu. Hehehe… jadi kesimpulannya di keluargaku ga ada budaya beli buku, tapi PINJEM BUKU. :p
Bacaanku masih seputar dongeng daerah, cerita nabi, deesbe gitu. Setelah kelas 4 aku mulai sercingsercing (baca:searching) buku di perpustakaan sekolah Ibuku, ya alhasil aku salah ambil buku, judulnya “SALAH ASUHAN”. Tu kan berat sangat euy… tapi meski aku ga ngerti bahasanya, justru itu membuatku tertantang untuk baca roman-roman sejenis. Jadilah sampai 6 tahun berikutnya aku selalu bermesraan dengan Hamka, Tulis Sutan Sati, Sutan Takdir Alisyahbana, deelel. Tapi selain itu aku juga gaul geto loh, baca Fantasi juga. Jadi kenal sama artis-artis beserta gosip-gosipnya. Hehe… jadi imbang antara jaman dulu dan jaman sekarang. :p
Trus pas SMA aku mulai meninggalkan mereka, karena kurasa 6 tahun lebih dari cukup untuk membabat semua karya mereka. Mulailah aku berkenalan dengan karya-karya Agatha Christie, Mira W, Marga T, deesbe. Selangkah lebih muda lah. Hahaha… tau sendiri kan novel-novel itu ga jauh dari percintaan dan rumah tangga. Trus habis era perkenalanku dengan mereka, karena diajar Pak Har di bahasa dan sastra Indonesia, mulailah aku kenalan sama Dewi Lestari, Djenar Maesa Ayu, Asma nadia, Pipiet Senja, Afifah Afra, dll. Hahaha… kalo dipikir-pikir konyol juga ya, makin kesini seleraku makin muda aja. :p
Hingga suatu saat pas udah kuliah ni, pas dirumah aku iseng pinjem buku KAMBING JANTANnya temenku, pas tak baca ibuku ngomel,
“kamu itu mengalami degradasi selera yang luar biasa. Dulu pas SD kamu tergila-gila sama balai pustaka, lha kok sekarang Raditya Dika. Kamu itu mahasiswa, udah ga jaman baca gituan. Yang berbobot gitu kek.”
Hwkwkwkwkwk… Comment ibuku langsung bikin aku shock dan seketika kuhempaskan buku yang baru beberapa lembar tak baca itu. (dramatisir dikit. :p) eh beberapa bulan kemudian kok malah aku dikasih hadiah sama dosenku (Bu Desy) buku dengan judul yang sama. Xixixixi… maaf ya kepada para penggemar Raditya Dika. :p
Wah, malah jadi cerita panjang lebar nih. Bagiku baca tu kebutuhan pokok. Aku sering ngayal, seandainya di Indonesia sudah tercipta “reading society”, pasti semua stand book fair bagai lautan manusia. Atau di perpustakaan pasti ga ada tempat duduk kosong, bahkan lorong-lorong rak juga penuh dengan manusia-manusia yang khusyuk membaca, trus di bis, halte, dan dimanapun orang pasti membaca. Toko buku dimana-mana diskon, preman-preman yang nongkrong ga lagi mikir togrl, judi, dan sejenisnya, bahkan mabuk pun mereka sambil baca, jadi ga ada waktu buat mikir gimana cara malak orang.
Tiap orang bener-bener kecanduan baca. Jadi kalo sejam aja ga baca langsung badannya meriang, keringat dingin, gemeteran, menceracau ga karuan, ga doyan makan, mpe ga bisa kentut (apa hubungannya coba?). kadi kayak orang nyandu napza gitu pas sakaw. Hahahaha… jadi orang tu udah ga ada waktu luang buat ngerumpi ga jelas, ga ada infotainment yang laku, ga ada yang mati gaya, ga ada waktu buat dugem, ga ada waktu buat mikir duit apa yang bisa dikorup, hingga kami para mahasiswa ga perlu repot turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan. Wah, benar2 suasana yang menyenangkan. Hahaha…
Aku bukan orang kaya, tapi aku punya cita-cita besar sejak SD, aku pengen ngebangun rumah singgah buat anak yatim, anak jalanan, trus di bayanganku waktu SD tu di setiap sisinya ada rak berisi ratusan judul buku. Setelah aku dewasa dan mengenal om Gola Gong, aku mulai mengarahkan konsep rumah singgah itu seperti Rumah Dunia. Yang seperti bla bla bla …(sensor, ni ide rahasia. Hehehe,,,)
mungkin gara2 di alam bawah sadarku sudah terpatri cita-cita ini, jadilah Allah melemparkan aku di jurusan yang membuatku sering merasa “tersiksa” ini. T.T
tapi mungkin ini cara Allah menunjukkanku jalan untuk segera merealisasikannya.
Boleh kan mimpi? Kata orang MIMPI HARI INI ADALAH KENYATAAN ESOK HARI. Dan kata surat cinta yang Allah kirimkan kepadaku, SEBAIK-BAIKNYA MANUSIA ADALAH YANG BERMANFAAT UNTUK MANUSIA LAINNYA. Subhanallah, aku ingin jadi manusia baik itu. Meski entah kapan mimpiku itu terwujud, aku percaya Allah akan membantuku. Sekarang aku lagi ngumpulin buku-bukuku sampai terkumpul buuuuaaaaannnyyyyaaaakkk buat bikin rumah singgah itu.
Dan detik ini aku menuliskan mimpiku, agar nanti jika sampai Izrail menjemput ternyata aku belum mampu merealisasikannya, setidaknya aku mewariskan mimpiku kepada yang berkenan kuwarisi. Karena jasadku boleh dikubur berkalang tanah, tapi biarkan mimpi-mimpiku terus hidup dan dimanfaatkan oleh yang masih hidup.
Dan kesimpulannya adalah : BAGI YANG MERASA MEMINJAM, MENGAMBIL, ATAU GA SENGAJA MEMASUKKAN BUKU SAYA KE TAS ANDA, TOLONG SEGERA DIKEMBALIKAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Nb: maaf antara paragraf awal dengan paragraf akhir ga bersinergi, tapi semoga bermanfaat. :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s