KETIKA MANUSIA MENJADI TUHAN

KETIKA MANUSIA MENJADI TUHAN

Manusia mengaku tuhan itu biasa terjadi guys, mulai dari jaman Fir’aun sampai jaman cyber ini. Mulai yang terang-terangan sampai yang gelap-gelapan. Kita sebagai umat Islam yang berikrar ‘laa illahaillallah’, tiada tuhan selain Allah, mungkin kita bisa berpura-pura bisu, tapi kita ga bisa berpura-pura buta atau tuli. Mata kita melihat, telinga kita mendengar, ada tuhan-tuhan gadungan di sekitar kita.

Masih lum nangkep maksudku kan? Hehe… be calm bro&sist. Gini nih maksudku, kita sebagai umat Islam pasti vokal banget deh kalo ada orang yang terang-terangan ngaku tuhan, kayak Lia Eden misalnya, kita langsung ga terima dunk sama keberadaan dia, enak aja dia ngaku-ngaku tuhan. Dia ga ngasih makan kita, ga kasih nyawa kita, tapi ngaku aja. Hehe…

Tapi taukah kalian teman, bahwa ada yang jauh lebih berbahaya daripada tuhan abal-abal ala Lia Eden itu????
Tuhan abal-abal itu ada di sekitar kita, dan tanpa kita sadari menyusup dengan halus, lebih halus dari virus yang masuk di aliran darah kita. apa ituuuuuuuuuuuuuuuu????

Lihat fenomena-fenomena berikut, mari kita kupas setajam silet!! Ckikikiki…

1. Menjamurnya dukun, ahli metafisika, paranormal, dan bangsa sejenis. Masyarakat era cyber nan sangat maju ini ternyata masih percaya dan menuhankan mereka lhooo… pejabat-pejabat negeri ini yang katanya orang-orang intelek, tiap mu pemilu mereka mendatangi tuhan mereka yang satu ini, minta diramal, besok kira-kira menang apa ga. Kalo ga menang gimana caranya menang, dan bla bla bla… Bahkan ironisnya taun kemaren ada anak-anak SMP yang mengaku kena tipu, mereka membayar sejumlah uang kepada paranormal untuk mendapat kunci jawaban biar lulus UAN!!!! Gubrak.com dah. Herannya lagi, masih buanyak juga yang nglapor ke polisi kena tipu penggandaan uang!!! OMG!!!
2. Kyai jadi tuhan. Maaf sebelumnya, tapi ini bener-bener terjadi di tanah tempat saya berpijak. Begitu nurutnya orang kepada satu figur yang dia anggap hebat. Bahkan walau itu jelas melanggar syariat. Kata K.H Zainuddin MZ, ini abad dimana orang pandai membangun citra. Seseorang ngaku ‘orang sholeh’ berpenampilan meyakinkan dengan sorban dan gamis plus jenggot lebat, bahasa arab getol, lulusan luar negeri, tapi berani bilang bahwa Al Qur’an bukan wahyu Tuhan, atau bersedia menjadi penghulu pernikahan sesama jenis. Na’udzubillahi min dzalik.
3. Ini paling mengenaskan bagi saya, saat ada fenomena Ponari. Begitu besarnya antusiasme masyarakat mendatangi Ponari, bahkan air selokan pun diambil. Atau orang berebut gunungan, tai kebo bule, dsb. Sangat memprihatinkan.
4. Histeria para remaja pada idola mereka, artis-artis tak bermoral. Shalat ditinggalkan, uang rela melayang, demi bertemu dengan mereka.

Dan masih banyak lagi. Mereka saudara-saudara kita. meski mereka mengaku Islam, tapi akidah telah tercemar. Konspirasi besar penghancuran Islam telah lama dijalankan, teman. Di mulut mungkin mereka masih mengakui tuhan mereka adalah Allah, tapi pada hakikatnya tuhannya telah digadaikan.

Jika keadaan seperti ini terus dibiarkan berlanjut, tak perlulah musuh Islam itu menghancurkan negeri ini seperti mereka mengacak-acak Irak, membombardir Afghanistan, menghancurkan Cechnya. Kita telah diserang dari dalam, teman! Sadarlah!!

Selamatkanlah orang terdekatmu SEKARANG!

Jangan biarkan MANUSIA MENJADI TUHAN di hati kita, di hati mereka.