Lagi-lagi uang!!

Jer basuki mawa bea adalah salah satu pepatah Jawa yang sangat populer.Mungkin ada benarnya juga. tapi –bukannya saya menjustifikasi-, menurut saya pepatah yang mungkin sudah berumur ratusan tahun itu, diartikan salah kaprah oleh masyarakat Jawa khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Seolah-olah kalimat itu sudah terpatri di alam bawah sadar masing-masing individu, kalimat yang arti awalnya adalah “kesejahteraan memerlukan pengorbanan”, sekarang berubah menjadi “kebahagiaan perlu uang”. Dan semuanya dinilai dengan uang.

Dapat kita lihat faktanya, betapa sekarang uang sangat berkuasa di Indonesia.
Kaum proletar membuat KTP menyelipkan uang, pengusaha ingin memenangkan tender diperlicin dengan uang, para pejabat ingin cepat naik pangkat dengan uang, pegawai honorer ingin menjadi PNS dengan uang, bertemu polisi dijalan biar ga ditilang disuap dengan uang, kepergok korupsi nyumpal mulut jaksa dan hakim dengan uang, ingin nilai bagus mahasiswa ke rumah dosen bawa uang, bahkan sudah dipenjarapun menjalankan bisnis shabu dan salon kongkalikong dengan sipir pake uang. Ya, semuanya uang.

Hukum dibeli dengan uang, keadilan dibeli dengan uang, wanita dibeli dengan uang, kesenangan dibeli dengan uang, bahkan tai pun dibayar dengan uang.

Kultur yang sangat meng-Indonesia ini sungguh sangat memalukan. Masyarakat semakin disuguhi tayangan-tayangan kemewahan yang mengkultuskan uang. Karena dengan uang kita bisa membeli Toyota Crown, blackberry, armani, gucci, dan berbagai barang merk luar negeri. Rakyat kecil ketar-ketir dengan ACFTA, eh para pejabatnya asyik shopping ke Singapura.

Kesenjangan sosial dimana-mana. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.

Gaya hidup mewah jadi tuntutan, jadi panutan. Ga heran semua orang korupsi, mulai dari kepala desa dengan korupsi kelas teri, hingga para menteri korupsi berjeti-jeti (maksa banget ni kalimatnya. Hehe…).

Semua diukur dengan uang. Orang dihormati karena uang, orang ditakuti karena uang.Ya, uang lagi-lagi berkuasa. Dari bayi baru lahir sampai kakek-kakek hampir mati butuh uang.

Betapa malangnya negeri ini, negeri yang kata guru SD-ku dulu sangat kaya dengan masyarakat yang ramah-ramah.

Mungkin hanya ada di mimpi saya kultur ini akan berubah. Walau saya tak menutup mata, banyak orang-orang jujur yang berusaha mengubahnya. Tapi mimpi itu akan segera terwujud jika ada revolusi. Tapi saya tahu itu hanya mimpi. Paling tidak saya menghilangkan kultur itu dari diri pribadi saya, lalu menularkan virus kebaikan kepada orang-orang didekat saya, kemudian mendidik anak-anak saya agar tidak menghamba pada uang, hingga anak-anak saya pun berbuat demikian, lalu berlanjut turun temurun. Butuh waktu, mungkin tak cukup ratusan tahun, untuk “membersihkan” negara ini.

Wallahualam bi shawab.

2 thoughts on “Lagi-lagi uang!!

  1. “ketika aku masih muda dan bebas berkhayal, aku bermimpi ingin mengubah dunia ini agar menjadi lebih baik. lalu seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku, kudapati bahwa dunia tiada pernah menjadi lebih baik. maka cita-cita itu pun agak kupersempit, lalu kuputuskan untuk hanya mengubah diriku sendiri. namun tampaknya hasrat itupun tiada membawa hasil. ketika usiaku semakin senja, dengan semangatku yang masih tersisa, lalu kuputuskan untuk hanya mengubah keluargaku sendiri, yakni orang-orang yang paling dekat denganku, namun celakanya, mereka pun ternyata tidak mau berubah! dan hari ini sementara aku berbaring menanti ajal, tiba-tiba saja kusadari; seandainya saja dulu aku berfikir bahwa yang pertama-tama kuubah adalah diriku sendiri, maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan, mungkin aku bisa mengubah keluarku terlebih dahulu. lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka, bisa jadi akupun akan mampu memperbaiki negeriku. kemudian siapa tahu dengan begitu, aku bahkan bisa mengubah potret dunia ini!”
    ~Westminster Abbey~

    Allah tidak akan mengubah suatu kaum sebelum masing-masing dirinya mengubah dirinya masing-masing. untuk merubah suatu negeri harus dimulai dari diri sendiri, yaitu dengan merubah segala kebiasaan yang kurang baik pada diri sendiri. no smoking, say no to drugs, keep rockin’, let’s be agent of change!
    :iloveindonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s