4 hal yang meruntuhkan Aksi gerakan mahasiswa

Sebuah gerakan mahasiswa tentunya mempunyai beberapa tipikal, yang didasari dari sebuah ide gerakan. Hal itu tentu bisa dibedakan dengan gerakan elemen lain seperti ormas ataupun Parpol. Tipe gerakan mahasiswa ini yang cenderung menjadikan gerakan mahasiswa tidak pernah mati dan berhenti sedetikpun. Gerakan itu seperti falsafah bola salju yang semakin menggelinding semakin besar.
Gerakan mahasiswa masih murni dan berupa tataran idial, karena memang mahasiswa tidak dibebani oleh maslah social lain, berdirinya adalah keadaan independent karena dia hanya belajar dan tidak terpengaruhi pragmatisme kehidupan. Yang kedua, mahasiswa hanya bergelut dengan disiplin ilmu, artinya value ideal masih dia pegang. Hal inilah yang menjadikan dia tidak muda terbawa iklim pragmatisme ataupun vested interest.
Keberadaan gerakan mahasiswa memiliki fungsi ceks n balace terhadap sebuah kebijakan penguasa. Oleh kerena itu sering kali dimasyarakat diputar balikkan adanya demonstrasi yang dianggap mengganggu dan membuat rusuh. Hal itu ditiupkan oleh antek-antek penguasa yang pro neo-liberal yang ingin memakzulkan demokrasi dan membunuh berlahan-lahan iklim yang telah diperjuangkan oleh sejak tahun 1998 kemarin.
Akan tetapi gerakan mahasiswa yang murni ini sering kali dicemooh dan dihujat karena kesalahan yang sedikit. Walau kesalahan itu sebenarnya adalah desaind dari penguasa yang ingin membelokkan issue. Tidak bisa dipungkiri, gerakan mahasiswa bersama rakyat adalah gerakan yang perlu pengkoordinasian yang tinggi. Hal ini tentu tidak bisa disamakan dengan lembaga institusi yang sudah terbentuk dengna baik seperti Polisi, TNI maupun birokrasi serta intelejen. Gerakan mahasiswa bersifat periodic sesuai situasi keadaan. Kadang gerakan ini memiliki karakterisitik yang lemah, kemudian memuncak graduatif hingga bisa menumbangkan pohon keangkuhan penguasa.
Dalam sebuah aksi, memang tidak hanya harus turun kejalan. Aksi dilakukan sebagaimana melihat sebuah issue yang perlu disikapi, jika perlu turun kejalan silahkan turun kejalan, jika hanya aksi tutup mulut, mogok makan dan tanda tangan juga adalah sebuah aksi. Bahkan jika perlu aksi itu harus berdarah-darah, karena dengan begitu nilai giroh dan menegakkan izzah itu akan tercipta.
Ada beberapa hal yang perlu dicatat dalam sebuah aksi mahasiswa, yang mana jika kita melupakan hal ini, tentu akan berakibat sangat buruk. Pertama, gerakan aksi mahasiswa jangan menyerah sedikitpun pada penguasa, adanya kompromi dan deal yang tidak perlu menjadikan melemahnya gerakan itu, baik dari dalam mapun dukungan. Karena konsistensi dalam sebuah gerakan diperlukan. Akan tetapi negosiasi memang bisa dilakukan, akan tetapi jangan menyentuh ranah subtansi yang fundamen. Kedua, jangan pernah terpancing dengan pengalihan issue, inilah yang sering kali terjadi pada beberapa gerkan aksi mahasiswa. Musuh (penguasa) adalah actor yang pandai untuk mendesaing sebuah issue dan mengalihkannya. Pengalihan issue bank century misalnya, dialihkan dengan penahanan par aaktivis, atau perlakuan brutal para aparat polisi. Jika gerakan mahasiswa sudah terpancing dengan hal itu, maka issue akan berubah pada arah yang lain. Sedangkan subtansi masalah tidak pernah tersentuh. Cirikas dari masyarakat Indonesia adalah gampang sekali melupakan sebuah kejadian, tentu ini adalah gambaran dari jiwa “pemaaf”nya orang Indonesia. Jika keadaan pengalihan issue ini sampai terjadi, maka paling tidak energi kita akan terbuang, atau resiko terkecil, terpecahnya issue. Tentu saja jika issue sudah terpecah, maka focus dan daya dobrak tidak sekeras sebelumnya.
Ketiga, hal yang perlu dihindari dar sebuah gerakan aksi mahasiswa adalah publisitas. Inilah yang melahirkan kemenangan maya atau kemenangan yang tidak real. Banyak media meliput akan aksi itu, akan tetapi daya dobrak tidak sehangat dan sedasyat yang terjadi. Oleh karena itu gerkaan aksi sebaiknya waspada terhadap perangkap ini, jangan sampai melemah dan hanya mendapatkan kemenangan maya saja. Kemudian yang terakhir adah dukungan semu. Seringkali merasa adanya dukungan yang banyak dan kuat dari proses campaign padahal yang terjadi tidak sekuat itu. Oleh karena itu dukungna real dengan terus menerus meningkatkan kualitas massa dan kader harus titingkatkan.
Beberapa hal diatas sering kali terjadi pada gerakan mahasiswa, dan parahnya lagi dampak dari kegaglan yang lalu tidak bis amenjadi pelajaran yang berharga buat aksi berikutnya. Oleh karena itupada kawan-kawan gerakan mahasiswa, terus berjuang dan melawan musuh tanpa pernah berfikir untuk berhenti. Perjuangan yang continue dan istiqomah akan menghasilkan daya dobrak yang kuat. Karena rakyat dan dunia akan mencatat, siapa yang konsisten dalam gerakannya, dan siapa yang pragmatis. Hidup ini perlu diperjuangkan, tidak untuk tertindas, maka lawanlah musuhmu dan para antek-antek neo-kolonial/liberal. Mari aksi kuatkan simpul-simpul massa, ciptakan komunal-komunal baru dan dobrak, lawan penguasa dzolim. Jika ada kedzoliman rubah dengan tanganmu!!! ***

ditulis oleh Arif Kurniawan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s