MENDUDA

Weitz… ini bukan infotainment yang berisi tentang Pasha Ungu atau Anang yang telah menduda, apalagi Syaipul Jamil, basi!!! Hehe… Tu judul merupakan akronim yang terkesan dipaksakan (emang maksa). Menduda itu artinya “menyanyilah dan berekspresilah semau anda”. Hohoho…
Saya sebagai mantan penyanyi yang memutuskan mundur dari dunia pernyanyian (halah), ceritanya gi nostalgia masa2 kejayaan dulu nih. Mau tau? Cekidot!

…aku ingin begini, aku ingin begitu
ingin ini ingin itu banyak sekali…
semua semua semua dapat dikabulkan
dapat dikabulkan dengan kantong ajaib
…aku ingin terbang bebas di angkasa
hay… baling baling bambu
la..la..la..
aku sayang sekali doraemon….

hmmmm… saya yakin semua pembaca pasti tau lirik itu. Pernah sekali waktu kubiarkan pikiranku melayang, membayangkan aku punya doraemon. Aku ingin ngobrak-abrik kantong doraemon, trus bagi-bagiin semua alatnya ke semua orang Indonesia. Biar ga ada lagi orang Indonesia yang kelaparan, biar ga ada lagi kerusuhan, biar Indonesia ini damai. Tapi, lagi ngayal gitu, aku keinget sama Dragonball. Hehehe ga nyambung kan? Tapi yang aku inget lirik soundtracknya, yang kayak gini nih kurang lebih,

…Orangpun datang dan akan kembali
Kehidupan kan jadi satu
Di kehidupan yang kedua
Akan menjadi lebih indah
Siapakah yang dapat melaksanakan
Sekarang berusaha mewujudkannya
Cahaya cinta perlahan menyilaukan
Itulah mimpi kehidupan kedua
Mimpi itu dari mana datangnya
Jawabnya ada di ujung langit
Kita ke sana dengan seorang anak
Anak yang tangkas dan juga pemberani
Bertarunglah Dragon Ball
Dengan segala kemampuan yang ada
Bila kembali dari langit
Semoga hidupkan jadi lebih baik
Tugas yang berat dilaksanakan
Berjuang agar lebih baik
Siapa yang dapat melaksanakannya
Dan berusaha mewujudkan
Semua itu demi hidup yang baik
Hanya dia yang mampu melaksanakannya…

“Dia”, siapa dia? Kupikir bukan cuma seorang anak yang mampu mewujudkan itu di negeri ini. semua anak Indonesia pasti mampu. Bertarung melawan tirani, melawan ketidakadilan, melawan kebusukan, melawan, melawan, dan melawan. Negeri ini terlalu bobrok sehingga telah lama aku ga tega nyanyi “Rayuan Pulau Kelapa”.
Berjuang agar lebih baik, itu yang dilakukan “anak-anak” pendahulu kita. sedangkan kita dicekoki doktrin bahwa negeri ini telah merdeka. Padahal kita sedang berada diantara selangkangan para kapitalis. Yang siap diinjak kapan saja. Kita dipisahkan oleh jurang perbedaan sosial. Terlalu sarkastik mungkin, tapi inilah ironi.

Kemudian kuingat Hamka, Abdul Muis, Soekarno, Soetomo, Natsir, Ahmad Subardjo, Diponegoro, dan banyak lagi di buku sejarah. Harmoni-nya Padi sepertinya cocok.

…Aku mengenal engkau tak cukup lama separuh usiaku
Namun begitu banyak pelajaran yang aku terima
Kau membuatku mengerti hidup ini
kita terlahir bagai selembar kertas putih
tinggal kulukis dengan tinta pesan damai dan terwujud harmoni
segala kebaikan tak kan terhapus oleh kepahitan
kulapangkan resah jiwa karena ku percaya kan berujung indah…

masih takutkah kau kawan? Masih takutkah kau dicemooh banyak orang karena “kekonyolan” yang kau lakukan di jalan? Padahal inilah jalan kita, yang akan membawa kita pada kehidupan yang lebih baik. Hidup melawan atau tertindas. Hidup itu pilihan, memilih melawan atau terpuruk dalam penindasan.
Aku ingin sekali saja mampu menyanyikan Rayuan Pulau Kelapa dengan ikhlas dari hati, seperti saat pertama aku diajari ibu, aku ingin menyanyikannya dengan bangga.

…Tanah airku Indonesia negeri elok amat kucinta
Tanah tumpah darahku yang mulia yang kupuja sepanjang masa
Tanah airku aman dan makmur
Pulau kelapa nan amat subur
Pulau melati pujaan bangsa sejak dulu kala
Melambai-lambai nyiur di pantai berbisik-bisik raja kelana
Memuja pulau nan indah permai tanah airku Indonesia…

Ah, entah kapan. Sekian dulu menduda kali ini. sudah serak-serak basah suara saya. Hahaha…

11 thoughts on “MENDUDA

  1. ikutan nyanyi ya….
    Hunter x Hunter

    Mari ucapkan slamat pagi
    Wujudkan mimpimu lagi
    Semoga hari ini
    Jadi hari yang indah

    Hal yang sederhana
    Mereka bilang apa adanya
    Bagai cahya mentari
    Itu sesuatu yang paling berharga

    Mimpi saat terjaga
    Kan membawa
    Ke esok hari yang tak pasti
    Merry Go Round Goes

    Berjalan bersama dirimu
    Bergandeng tangan denganmu
    Aku ingin menjadi
    Sahabat selamanya

    Ucapkan slamat pagi
    Wujudkan mimpimu lagi
    Marilah kita hidup
    Seperti ini untuk selamanyaaa
    :siul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s