KAMI BUKAN PECUNDANG YANG HANYA DIAM!!!!

Kami bukan pecundang yang hanya diam melihat semuanya. Palestine menangis. Puluhan tahun sudah boikot atas Palestine menyiksa semua warga di sana. Ya, dibunuh pelan-pelan. Ini bukan sekedar permasalahan antar agama, tapi permasalahan sosial seluruh penduduk dunia. Bencana perang seolah telah usai, tapi bencana kelaparan terus menggerogoti penduduk Tepi Barat, itulah yang selama ini disembunyikan oleh Zionis.

Kini dunia tahu apa yang terjadi di sana. Ribuan relawan dari berbagai negara, tidak hanya negara-negara Islam, tidak hanya orang-orang Islam, semua tergerak karena punya hati nurani, karena perdamaian di muka bumi adalah harga mati.
Namun dengan angkuhnya, seolah kebal dengan hukum Internasional, Zionis Israel menyerang Freedom Frotilla, melukai para relawan, hingga membunuhnya. Kapal bantuan Rachel Corrie pun bernasib sama, hanya sedikit beruntung karena tidak ada pertumpahan darah disana.

Selamatkan Palestine? Untuk apa? Bukankah di negeri ini pun banyak orang miskin yang perlu bantuan kita? kenapa harus jauh-jauh ke Palestine?

Ketika para manusia yang sama seperti kita dibantai secara bengis di belahan dunia lain, oleh para manusia yang sama seperti kita juga (namun telah kehilangan hampir seluruh nilai-nilai kemanusiaan pada diri mereka hingga saat ini mereka lebih layak disebut binatang), maka kita akan merasa terusik.

Inilah yang disebut individualisme. Telah menipiskan rasa tenggang rasa antar bangsa. Seseorang tak lagi ikut merasakan penderitaan saudara seakidahnya hanya karena sekat-sekat yang membatasi bangsa-bangsa.

Selamatkan Palestine? Dengan apa? Banyak kawan! Dengan doamu, dengan kata dan tulisan, dan dengan aksi! Jangan hanya diam! Sebuah aksi damai. Aksi sosial untuk menunjukkan pada dunia bahwa masih ada kepedulian dan rasa saling melindungi antar umat Islam. Tunjukkan pada kaum – kaum terlaknat itu bahwa kami masih bersatu, dan kami adalah SATU.

Jangan takut ikut aksi! Dan jangan memandang sebelah mata tentang aksi! Saat inilah dunia melihat, bahwa mereka tak sendiri. Di sini selalu ada yang mendukung bersama. Selalu ada yang membangun mental mereka. Bahwa muslim itu bersatu bersama membangun peradaban.

“Apabila seseorang berdoa untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya, maka para malaikat mengucapkan, Amin, dan bagimu seperti itu juga” [HR Abu Dawud]

” … Adapun buih itu akan hilang sebagai sesuatu yang tiada harganya. Adapun yang memberi manfaat kepada manusia, ia akan tetap tinggal di bumi …” (Ar Ra’d 17)

:marah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s