Apakah Saya, Anda, atau Mereka yang Menjadi Bedebah?

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau menjadi kuli di negeri orang
Yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedangkan rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah nasib suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

(Dikutip dari Negeri Para Bedebah Karya Adhi .M Massardi)

Bukan apa-apa saya mencantumkan penggalan puisi diatas. Tapi setidaknya puisi di atas telah memberi gambaran nyata tentang Indonesia saat ini. bedebah,masuk majas sarkasme dalam sastra Indonesia. Tapi saya tidak akan membahas tentang sastra.

Negeri yang konon dahulu kala pernah dihuni penduduk yang ramah-ramah,kini dihuni para bedebah.

Siapa para bedebah itu? Bedebah itu manusia biasa,yang pada jamannya juga sama seperti kita para pemuda,yang pada jamannya juga ramah,karena mereka adalah termasuk penduduk indonesia jaman dahulu kala.

Para bedebah itu kini duduk manis di sebuah kursi kayu jati berharga milyaran rupiah dalam ruang sejuk,konon kepalanya panas memikirkan carut marut negeri ini,kepalanya panas memikirkan dana mana yang dapat dikorupsi,kepalanya panas memilah kawan dan lawan yang dapat diakali.

Para bedebah itu manusia biasa, tempatnya khilaf dan lupa. Tapi kalau boleh flashback ke masa lalu para bedebah itu, mungkin akan kita temui slide demi slide tentang asal muasal terbentuknya mental bedebah. Mari saya putarkan kaset yang merekam masa lalu para bedebah ini.

SLIDE 1
Hari ini saya berangkat lebih awal dari jadwal ujian yang tertulis di kartu ujian. Sangat berbeda dengan kebiasaan saya yang seringkali berangkat terlambat saat perkuliahan biasa. Karena kata banyak orang, POSISI MENENTUKAN PRESTASI. Saya bosan dengan IPK yang segitu saja. Saya ingin menjadi superstar disini. Bermodal wajah tampan dengan IPK yang dapat dibanggakan, pasti dapat dengan mudah berpindah pelukan.
Saya duduk di tempat yang sekiranya aman. Meski ada nomor tempat duduk yang telah disediakan, ah masa bodoh, yang penting saya aman. Peraturan ada untuk dilanggar. Toh disini saya berniat berbuat curang, jangan setengah-setengah, harus TOTAL. Persetan dengan ancaman Tuhan, toh saya telah lama berteman dengan SETAN.
Pengawas datang, membagikan soal, saatnya beraksi membuka kebetan hasil usaha tadi semalaman. Hahaha… benar-benar total saya dalam berkawan dengan setan. Persiapan yang sangat mantap. Kupicingkan mata dengan jeli, melihat kemana mata pengawas mengarah. Yup! Dia tidak melihat saya! Saatnya beraksi! Buka kebetan sana-sini, hmmm… soalpun hampir selesai kukerjakan dengan yakin benar semua. Ups! Soal terakhir! Tak ada jawabannya di kebetan! Kuatur strategi, melihat kanan kiri. Sekali lagi kukatakan, harus TOTAL dalam berbuat apapun, termasuk kecurangan.
Mujur hari ini dan hari-hari selanjutnya, saya memang kawan sejati setan.

SLIDE 2
Sudah saatnya saya berpikir out of the box. Kata orang, bukan jamannya lagi kuliah hanya mengejar IPK tinggi. Harus berorganisasi. pemilihan raya targetku! Kuhitung perkiraan suara yang mungkin kuperoleh jika mencalonkan diri. Dari jurusan? gampang, saya sudah lama ikut berkecimpung disana. Dari fakultas? Lumayan, dari awal saya sudah sering nongkrong disana, beruntung tahun ini masuk jajaran staf, meski tidak bergengsi tapi mungkin akan meraup suara dari sana. Yap, saya siap mencalonkan diri sebagai Presiden Mahasiswa!
Pemilihan raya kian dekat, saya melihat-lihat partai yang eksis, saya meneropong kemungkinan partai mana yang bersedia menerima saya yang notabene bukan kader (hei, jangan bilang-bilang kalau sebetulnya saya tidak tahu sama sekali tentang partai sebelumnya! :p), kemudian saya menentukan melamar masuk ke partai Srigala. Kenapa saya memilih partai Srigala? Setelah saya melakukan pendekatan ke beberapa orang di partai yang berbeda, ternyata partai Srigala yang paling cocok dengan saya. Partai yang dihuni orang-orang licik dengan mengusung idealisme yang sama sekali tak dijalankan. Semua AD/ART abal-abal menurut hemat saya. Tapi suara anggota mereka cukuplah untuk menopang kemenangan saya. Hahaha. .
Pemilihan raya semakin dekat, saatnya saya menjalankan segala akal saya. Jika money politik dilarang, bolehlah saya bermain ROKOK POLITIK, PADANG POLITIK, atau PENYET POLITIK pun bisa jadi lah, otak saya terlalu pintar untuk urusan kelicikan. saya punya penasihat setia bernama SETAN. Dan prinsip saya, berbuat kecurangan itu harus TOTAL. Yang penting nanti suara saya dapat. Berkonsolidasi sana-sini, siapa tahu ada lawan menjadi kawan, tak ada yang abadi dalam politik, yang abadi hanya kepentingan.

Zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz….

Ah, maaf kawan-kawan,ternyata kaset film masa lalu para bedebah itu sudah rusak dimakan cuaca,sudah terlalu tua, sehingga hanya dua slide yang dapat saya putarkan. Tapi saya harap cukuplah dua slide itu menjadi pelajaran. Sehingga nanti 10-20tahun lagi,saat kita memegang tampuk-tampuk kekuasaan negeri ini,kita bukan menjadi salah satu bedebah. Tugas kita membersihkan negeri tercinta ini dari para bedebah. MULAI DARI DIRI SENDIRI.

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah nasib suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

2 thoughts on “Apakah Saya, Anda, atau Mereka yang Menjadi Bedebah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s