Korelasi Antara Hujan dan Mimpi

kenapa hujan itu bareng-bareng ya turunnya?
(kalo sendirian namanya bukan hujan,dodol!)

Ya,iseng aja sih,aku tanya gitu,pertanyaan retoris.

sore tadi, aku ngerasa alam sangat tidak bersahabat. Jadwalnya ngelesin,tapi hujan turun dg lebat beserta kawanan angin dan beberapa kompi halilintar yang menyambar-nyambar, bayangkan, aku yang hanya memiliki berat badan kurang dari 50kg (hayoo tebak berapa coba??:p), diperparah dg kenyataan bahwa belum sempat makan siang, hampir terbawa arus angin+air itu, susah payah akhirnya aku memutuskan kembali ke kos saja, ganti jadwal!!
Bukan karena takut hujan, bukan. Aku sangat suka dengan hujan yang menerpa wajahku (itung2 terapi alamiah buat ngilangin bekas jerawat.wkwkwk). Tapi karena aku merasa sudah terlalu banyak mendzolimi tubuhku sendiri beberapa minggu ini (lho?? Kok malah curhat??:s)

Kembali lagi ke topik utama, hujan. Hujan selalu turun bareng-bareng, membasahi seluruh permukaan bumi sama rata, sama basah.

setelah merasakan nikmatnya rintik hujan malam ini, aku menyempatkan diri, mojok di pojok, onlen.

Ketemu beberapa orang, cetingceting (red:chatting), topik pembicaraan hampir sama semua (meski ada juga beberapa yg tampil beda :p). Tentang anak jalanan. (lho??? Katanya tentang hujan???)

Hehehe…
sabar jeng, ntar ujungnya hujan lagi kok.wkwkwk…

(serius mode, click)

Betapa banyak anak jalanan di negeri ini, UUD 1945 pasal 34 terabaikan (atau sengaja diabaikan?).
Sejak kecil, aku telah bermimpi tentang ‘proyek anak jalanan’ (masih ingat kan tentang mimpiku??).

Tapi hingga 20 tahun 1 bulan 2 hari hidup yang kulewati, belum satupun proyek itu, mulai dari yang terbesar maupun yang terkecil, belum satupun terrealisasi. Saking bodohnya aku? atau piciknya aku tak mengambil kesempatan?

Dalam diskusi kecil dg beberapa teman malam ini, aku baru sadar, ternyata selama ini aku terlalu perfeksionis, atau tepatnya egois. Aku melakukan semua sendirian. Aku lupa bahwa amal jama’i itu penting.

Hujan tidak turun sendirian untuk membasahi bumi bukan? (tu kan nyampe hujan lagi to? :p)

Aku butuh banyak partner dalam kehidupan ini.

Aku hanya ingin sekedar berbagi tawa dengan mereka, berbagi bahagia, sama-sama menikmati indahnya dunia.

anak-anak itu bagian dari kita semua. Lepas dari mereka diperalat atau tidak, aku mencintai semuanya. Aku ingin derai tawa masa kecilku, bukan hanya milikku.

Sekali lagi kalimat itu terngiang di dalam diriku, hujan ga turun sendirian untuk membasahi bumi sama rata, sama basah.

Pojokkamarnomordua, 4 Agustus 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s