Cara Jitu Membangkitkan Nafsu Makan

Sebelum melanjutkan menulis apa yang menari-nari di otak saya, seperti biasa saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang tidak berminat, tidak suka, atau apalah itu jenisnya, silakan klik pojok kanan atas, and OUT. :p

Pernahkah kamu tiba-tiba kehilangan nafsu makan? Atau memang hal ini merupakan penyakit menahun yang telah bersahabat dengan kamu sejak dahulu kala? Yup, let’s talk about it (biarkan sisi-sisi dalam diriku yang saling berdiskusi mengenai ini. cekidot!). untuk memudahkan pembaca, mari kita sebut ‘nafsu makan’ dengan sebutan ‘nepi’ (manis kan?? :p). Oh iya, yang aku maksud nepi disini adalah makan makanan pokok, seperti nasi, roti, ketela, etc lah..

Ni tips mungkin dianggap gila sama sebagian banyak orang, bahkan menyebabkan beberapa jenis spesies orang yang sensitif akan langsung muntah di tempat, dan hasil muntahannya tepat di meluncur piringku, yang tentu saja sukses membuat si nepi kembali kabur entah kemana. So scared!! Uhhh!!!

Konon sejak pertama kali bernapas dengan oksigen di bumi ini, aku susah banget yang namanya makan. Berkali-kali bahkan aku harus menenggak sebuah cairan hitam pekat dari mbah Ginah, tukang jamu yang tiap hari lewat depan rumah menjajakan dagangannya, and do you know what I mean? Earth call it ‘glempo’. Buat yang ga tau, silakan hampiri tukang jamu tradisional, dan tanyakanlah, dan cobalah. Kamu akan merasakan sensasi tiada banding dan akan membekas seumur hidup😀.

O iya, glempo itu adalah jamu perangsang nafsu makan. Tapi jujur, aku ga inget sama sekali dengan efek yang ditimbulkan oleh jamu itu, entah manjur atau tidak, yang jelas seingatku aku lumayan sering dicekoki jamu itu (diiringi tangisan kuenceeengg, tapi habis itu seneng, soalnya dikasih cokelat :p)

Nah, sampai segede gaban gini, 20 tahun 1 bulan 6 hari, penyakit itu belum ilang juga dari tubuhku. Tapi alhamdulillah nafsu ngemilku sangat hebat, jadi lumayan lah mengimbangi kecukupan gizi buat tubuhku.

Dulu aku pernah penasaran, penyakit apa gerangan yang ada di tubuhku. Apakah mungkin telah ada peternakan cacing di dalamnya? (secara dulu sering banget maenan tanah sambil ngemil cokelat, jadi ga ketauan mana yang cokelat mana yang tanah :s :p). Atau mungkinkah ada penyakit lain? Tapi aku jarang banget merasa sakit alhamdulillah. Trus apa donk??

Dulu suatu masa (ceilee..), ga ding, pas SMP kalo ga salah, aku baca buku di perpustakaan umum daerah Pati yang dulu berada di sebelah barat laut alun-alun kota Pati tercinta, di depan kantor Pegadaian, di samping kantor Bupati (teteuup dah cinta mati sama perpustakaan, ini ceritanya lagi ada scene iklan layanan masyarakat titipan PERPUSNAS :p), aku mengenal yang namanya anoreksia. Seingatku, anoreksia adalah menurunnya keinginan atau rangsangan untuk makan. Hal ini disebabkan oleh gejala penyakit, infeksi, kekurangan vitamin B12, ataupun kondisi psikologis individu. (Silakan cek di mbah gugel atau ensiklopedi ya, kali aja saya salah).

Nah, aku sadar sesadar-sadarnya ga pake pingsan, kalo tubuh perlu asupan gizi untuk menjaga vitalitas dan tidak mengganggu kinerjanya. Sampai detik ini aku masih sering kehilangan nepi. Bahkan yang terbaru adalah kasus kemarin 2 hari 2 malam ga makan nasi. Aku ga ngrasa laper, Cuma pada puncaknya pas malam kedua itu aku ngrasa keroncongan :p

Tapi karena seperti aku jelasin diatas, aku sadar tubuhku yang dibawa terbang kesana-kemari ini butuh haknya. Maka segala cara aku lakuin demi mengembalikan si nepi.

Buat kalian yang merasa seperti saya, pelototin aja ni tips aku! Hehehe…

Jadi gini, biar aku tetep punya tenaga dan tetep sehat, kalo nepi udah mulai ngambek mau kabur, aku ngemil banyak-banyak, biskuit, susu, cokelat, buah, etc, pokoknya yang bisa menggantikan makanan. Makanya jangan heran kalo ada timbunan makanan di kamar kos (itu kalo pas awal bulan :p).

Tapi kalo si nepi udah bener-bener kabur, aku udah ga bisa apa-apa, mati gaya beneran, suer dah. Kalo udah kritis gini, aku berusaha keras mensugesti diriku bahwa aku baik-baik saja, dan aku masih bisa melakukan banyak hal yang memang harus aku kerjakan. Demi membunuh gelisahku, karena si nepi ga balik-balik juga. mengalihkan fokus ke arah lain kata guru biologiku waktu SMA.

Nah, setelah uraian panjang lebar diatas, pasti kalian udah pada bosen kan? mana tipsnya? Hehehe…
Kalo udah kritis gitu, aku paksain beli makan, nasi, pokoknya harus nasi biar ada karbohidrat yang dicerna, trus teman makan nasi itu bukan ayam, daging, atau apalah yang enak-enak gitu, bukan, tapi buah segar seperti pisang, apel, pepaya, jeruk, dll (bukan buah yang manis pekat seperti kelengkeng ato duren) atau dengan es krim. Jadi aku makan nasi dengan lalapan buah ataupun es krim. Kadang juga kopi, teh, etc. jadi sebelum makanan itu ketelen, dijejali dg semua perangsang itu😀

Nah, sekarang kalian udah ngerti kan alasan kenapa beberapa teman saya dari spesies super sensitif langsung dengan sukses memuntahkan isi perutnya begitu melihat saya makan? :p

Seaneh apapun cara makanku di mata anda, aku ga peduli, yang penting makanan mampu melewati kerongkongan dan bersemayam di lambung saya. Dan sejauh ini, cara itu yang paling sukses dalam usaha membujuk nepi kembali. Let’s live the life with joy.😀

Pertanyaanku berikutnya yang masih menari-nari di otak dan belum menemukan jawabannya di perpustakaan,apakah cara makan yang demikian itu ada efek sampingnya??:o

Saya memberi kebebasan berpendapat kepada calon-calon dokter,dokter,ahli gizi,sesama penderita seperti saya,dan siapapun yang membaca kekacauan ini😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s