SEMANGAT, AMY…

Dulu waktu aku belajar sepeda, aku jatuh berkali-kali, sakit, luka, tapi aku terus berusaha sampai bisa.

Dulu waktu belajar skating, aku juga jatuh berkali-kali, lebih sakit, berdarah-darah, tapi aku masih terus berusaha sampai bener-bener bisa. Sampai bener-bener bisa kayak si Olga Sepatu Roda :p

Dulu aku paling takut pelajaran matematika, tiap hari harus lari keliling lapangan basket minimal 3 kali, tapi justru itu yang membuatku ingat, dan sekarang “terpaksa” jadi guru matematika :s (semoga ga mendzolimi murid gw :p)

Dulu aku hanya seorang anak manja yang ga pernah lepas dari orang tua, ga bisa kerja apa-apa, bahkan untuk sekedar nyuci harus ada orang lain yang turun tangan, tapi keadaan kembali memaksaku untuk mengalami masa ‘pengasingan’ hingga detik ini, yang setidaknya membuatku lebih mandiri.

Mungkin semua itu dulu, dulu yang waktu itu dalam otak amy kecil belum ada kata “menyerah”, belum ada frase “putus asa”.

Sekarang, saat aku dihadapkan pada keadaan yang memaksaku untuk berjuang dan bertahan, sering terlintas kata dan frase itu.Entahlah..

Padahal kalau dipikir, belum ada usaha maksimal hingga belum bisa dikatakan gagal.

Aku belum mengalami masa seperti saat aku mati-matian belajar melukis dengan mengahbiskan banyak uang saku untuk membeli kanvas dan cat, tapi ternyata aku memang ga bisa.

Aku belum mengalami masa seperti saat aku siang-malam menghabiskan waktuku belajar fisika tapi aku hanya mendapat nilai 64.

Aku belum mengalami masa seperti saat aku belajar setengah mati demi lolos USM STAN, tapi ternyata sampai akhir kesempatanku aku gagal.

Ya, aku belum mengalami situasi-situasi seperti itu. Aku belum berjuang, aku belum berusaha. Atau usahaku memang belum sampai pada titik maksimal yang semestinya ku tempuh.

Masih ada banyak waktu untuk menikmati proses perjuangan itu. Hingga suatu saat nanti aku dapat menceritakan fase itu pada anak cucuku.

Hidup itu perjuangan, Amy..

Ini hanya satu bagian dari banyak pelajaran yang harus aku pelajari sepanjang hidupku.

Aku ga boleh berhenti hanya sampai disini.Aku pasti bisa.

Berusaha dan berdoa.

Hujan di luar sana tidak akan jatuh ke bumi tanpa ada angin yang meniupnya.

Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum mereka berusaha mengubahnya.

Dan Allah menilai proses, bukan hasil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s