Salahkah Aku Jika Berdarah Jawa?

Impian indah itu kini terlihat di ujung jalan
Niat mulia tak terbantah
Cinta tanpa syarat yg kau tawarkan
Tak mampu mmbuatku brtahan dalam diam

Dinding ilusi membakar hati
Hati nan rapuh menguasai diri

Namun semua semu
Hanya sekejap
Semua terjerembab dalam kubangan adat
Syariat sengaja dibiarkan terlewat
Tanpa ada satupun yg mampu kudekap
Salahkah aku jika tak berhasil menuai harap?

Aku yakin firman Allah benar
Diciptakan manusia bersuku-suku agar saling mengenal
Bukan untuk saling menjatuhkan apalagi memperdalam jurang perbedaan
Semua insan berkedudukan sama di mata Tuhan

Salahkah aku jika berdarah Jawa?
Demi Allah, semua orang pun tahu, tak ada satu bayi pun yg dapat memilih dilahirkan sebagai suku apa
Tak seorang pun dapat menolak jika ia telah ditetapkan menjadi orang Jawa, Batak, Minang, Sunda, Bugis, atau suku apapun
Tak ada..

Lalu kenapa manusia tak mau mendengar titah Tuhan-Nya?
Yg jelas nyata tertulis indah dalam surat cinta Sang Maha Pencinta

Apakah nenek moyang harus selalu jadi kambing hitam?
Padahal belum tentu aturan itu tepat dijalankan sekarang
Bukankah Al Qur’an kitab aturan paling relevan sepanjang jaman?

Ah, lelah sendiri aku menggugat keadaan
Lelah aku menuruti emosi
Lelah diri membuktikan eksistensi, harga diri sebagai orang Jawa
Atau tepatnya sebagai manusia biasa.

Aku sadar, aku bukan satu-satunya korban kekejaman adat
Aku bukan satu-satunya orang yg berteriak menuntut hak.

sudutkamar,07102010, 03.00

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s