CATATAN PERJALANAN NO.273

Kalau boleh mengeneralisir, mereka masuk kasta Waisya atau Sudra.

Tapi tahukah anda? Hati mereka semulia brahmana dalam epos Ambattha Sutta.

Satu keyakinan yg mereka pegang, bahwa Tuhan tak pernah salah membagi rezeki kepada makhlukNya yang berusaha. Tak perlu berebut, tak perlu bertikai, nrimo ing pandum..

Namun ketika para Ksatria berbuat tak semestinya, membuat kebijakan yang tak bijak, maka mereka merasa perlu bangkit melawan, darah pejuang terlanjur mengalir di nadi-nadi mereka.

Hari ini, mereka mengaku akan demonstrasi. Nrimo ing pandum bukan berarti diam terinjak. Tapi menerima apa yang diperjuangkan.

Naluri mempertahankan diri ini ternyata seringkali dimanfaatkan para gali. Hingga nanti mereka hanya bisa gigit jari.

Indonesia oh Indonesia, riwayatmu kini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s