Seperti Digigit Semut

Merasa tidak terima dengan cerpen sahabatku seperjuangan di ASAAE (ASosiasi Akhwat Agak Error) yang bagiku sangat menyesatkan >_< Yang ga tau isi cerpennya, silakan add fesbuk dia! Kyahahahaha… (ki lho sa wis tak promosike :p)

Jadi gini saudara, isi cerpen itu intinya dia menyimpulkan bahwa disuntik-itu-rasanya-kayak-digigit-semut. Hhhh… pembohongan publik yang harus dipertanggungjawabkan ini!

Seandainya semut itu denger pernyataan itu, coba saudara bayangkan bagaimana perasaan si semut? Dia ga ngapa-ngapain tiba-tiba difitnah. Yang bisa jadi ini adalah fitnah paling

besar di dunia kesemutan!

Gimana ga coba, semut kan kalo nggigit Cuma gitu doank, lha kok disamain sama suntik yang bagiku sangat-sangat-mengerikan itu!

Dulu waktu kecil aku suka dibilangin gitu sama ortu, bahwa disuntik-itu-rasanya-kayak-digigit-semut. Kalo pas masih bayi aku sih

Cuma bisa nangis jejeritan gitu. Nah, yang paling membekas banget tu pas kelas 1-3 SD. Aku diwajibkan melakukan imunisasi hepatitis 3 taun berturut-turut, karena emang aturannya gitu. o.O

Pas yang taun pertama, itu bukti bahwa semut-tak-sekejam-yang-dikatakan. Waktu itu saya mengambil kesimpulan bahwa dokter-beserta-jarum-suntiknya-jauh-lebih-kejam karena menyakiti saya. Sakit banget! Sumpah! mana habis itu demam lagi. Huhhh!!

Menyakitkan saudara-saudara! Saya lalu mencoba mengingat apakah begitu rasanya digigit semut?

Setelah itu setiap ketemu semut, saya ambil, saya taruh kulit, biar dia gigit saya. Dan survey membuktikan, ga ada semut yang gigitnya sesakit jarum suntik!!! Yang paling menyakitkan adalah ternyata ortu-sudah-membohongi-saya-dengan-memfitnah-semut. :s

Taun kedua, aku ga mau jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. Aku susun rencana bagaimana caranya aku harus menggagalkan prosesi menyakitkan itu!

aku ngambek ga mau diajak pergi ke dokter itu. Udah terlanjur benci sama dokter! Tapi lagi-lagi ortu berhasil meyakinkanku dengan iming-iming es krim cokelat seperti biasa. Hingga akupun tergiur dan tak mampu menolaknya. T.T

nyampe sana aku langsung keluar keringat dingin, aku ga percaya lagi kalo disuntik-itu-rasanya-kayak-digigit-semut. Aku nyuruh adekku dulu yang diimunisasi. Sambil mikir apa yang harus aku lakukan, itung-itung memperlambat penderitaan. LoL

tapi ternyata waktu berlalu begitu cepat. Tiba giliranku. Dimataku dokter itu menyeringai dengan tatapan penjahat di tipi-tipi, membawa jarum suntik yang berkilat diterpa sinar lampu. Waktu itu sekitar jam 5 sore lah. Melihat itu, naluriku sebagai manusia untuk mempertahankan hidup pun muncul. Aku langsung lari sekenceng mungkin, pokoknya kabuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuurrrrrrrr!!!! Aku lari pulang kerumah (untung udah tau jalan pulang kerumah) :s
tapi tetep aja nyampe rumah disuntik😥

bener-bener menyakitkan! Imunisasi menyakitkan dengan dokter itu berulang sekali lagi taun berikutnya! Huhhh!! Benci banget sama dokter!

Sampai sekarang, bisa diitung jari berapa kali jarum suntik menembus kulitku. Tak akan kubiarkan lagi!

Pelajaran yang didapat dari sini, JANGAN PERNAH BOHONGI ANAK ANDA! APALAGI DENGAN MEMFITNAH SEMUT YANG TIDAK BERSALAH!

INGAT ITU! Sebelum seluruh koloni semut di bumi ini bersatu dan berdemo atas perbuatan anda yang melanggar hak asasi makhluk hidup!

Sekian himbauan dan sedikit curcol dari saya.

Terimakasih Asa. :p :p :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s