Suatu Hari, Wejangan Ibuk..



Suatu hari tiba-tiba ibu memberi wejangan beda dari biasanya..
“suatu saat nanti,mungkin setelah kamu menikah,kamu akan menemui saat-saat sulit. Ga seperti sekarang minta duit tinggal minta. Mungkin nanti suamimu belum mapan secara finansial,kalian harus pinter ngatur diri. Apalagi kalau posisimu masih kuliah. Belum tentu suamimu mengalirkan dana dengan lancar seperti sekarang… Kalian harus mulai dari nol. Bla bla bla..”
Shock? Iya.
Tapi ga juga sih. Emang di umurku yg udah ga ABEGE ini memang aku ga sedewasa yg orang-orang kira. Aku yg sembarangan pake duit, yg manja, yg suka ngambek, dll.
Di satu sisi,jujur bahagiaaaa bangeet.. Sekali lagi lampu ijo nyala setelah sempat beberapa kali lampu merah nyala lagi.
Di sisi lain, takuuuutt bangeeett.. Apa aku bisa hidup ya ntar? Suamiku pelit ga ya? Aku dibolehin kerja ga ya? Aku kan jajannya banyak.. Brrrr….
-.-“
Tapitapitapi, ada yg bikin aku lebih takuuuuutt.. Ciuuuutt.. Mengkeruuut..
Yaitu, SIAPA GERANGAN DIRINYA??
@.@
Yang selalu kukatakan pada ibu,
“terserah ibuk, pokoknya yg ibuk sreg, insyALLAH dek ami manut”
Berasa jaman Siti Nurbajaj?
Biar… Hahaha..

8 thoughts on “Suatu Hari, Wejangan Ibuk..

    • walah mbak’e…..
      aku terharu tenan….
      ternyata kau sudi mampir ke rumahku juga….
      ahahahhahhahhahahhhhhhhhhhhhh
      durung mbak, doake wae yow….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s