Antara Feeder dan Pandanwangi, dari Bojonegoro Hingga Solo

Masih ingat dengan perjalanan saya seharian dengan kereta ekonomi dari dan ke Bojonegoro?

Masih inget cerita perjalanan 20 jam di jogja?

Eh, yang itu belum sempet diposting disini ding :p

Kapan-kapan tak ceritain.

Kali ini Cuma pengen cerita sebagian aja persamaan dari kedua perjalanan beda arah dan waktu itu.

Yang sama ya itu sama-sama ekonomi, sama-sama penuh sesak bau keringat campur kopi dan pecel.

Eits, tapi bukan itu yang saya permasalahkan, dalam kedua perjalanan itu kebetulan saya selalu berdekatan dengan ibu-ibu. Di kereta ekonomi, semua merakyat men… semua saling bercerita asyik, seru. Ga peduli yang diceritain itu cerita mengenaskan, menyedihkan, memalukan, whatever, yang penting semua sama rasa sama rata, sama-sama kepanasan dan kena asap rokok.

Perhatikan persamaan berikut :

Kereta Feeder Bojonegoro-Semarang

A : Putrane pinten Jeng?

B : 12 Jeng, 8 kakung

, 4 estri

A : wallaaaahhh akeh temen….

B : lha pripun jeng, lha wong diparingi Gusti Allah semonten

C : padahal Jeng ini masih keliatan muda modern gini kok anaknya 12 to jeng? Saya aja yang nikah tahun 68 anaknya Cuma 2. Manut pemerintah.

A : lha nggih bu, wong wedok masa kini kok putrane 12..

Dalam adegan ini, ibu B masih tetap tersenyum tulus, bangga. Dia merasa tidak berbuat salah sehingga harus menanggung malu, walau dicecar oleh Ibu B dan C.

Kereta Pandanwangi Semarang-Solo

A : Putrane pinten Bu?

B : kalih Bu, estri sedaya

A : sampun purna sedaya?

B : dereng, ingkang nomer setunggal sampun praktek wonten RS dr. Oen, ingkang nomer kalih taksih kuliah wonten UNNES

A : wah, berarti ibu’e niki termasuk wanita jaman sekarang nggih, putrane namung kalih

B : lha dipunparingi Gusti namung kalih Bu, menawi pareng nggih kepengen malih bu, wong kula niki mboten KB.

Inti dan persamaan pada 2 adegan nyata di atas adalah : “perempuan memiliki 2 anak saja baru bisa disebut wanita modern”

Saya ga tau, saya belum menikah. Tapi kalau boleh punya keinginan, minimal punya anak 4 donk, kan harus lebih dari ortu saya. hehehehhe

*ngacodeh

bagaimana dengan anda???????

8 thoughts on “Antara Feeder dan Pandanwangi, dari Bojonegoro Hingga Solo

  1. besok ditambahin di proposalnya mbak ke calon suaminya
    1. punya kerjaan layak
    2. berakhlak baik
    3. punya fisik yg baik pula
    4. kalo bisa berasal dr keluarga baik baik
    5. menyetujui poligami tp tidak bakal menjalankannya
    6. punya anak yg bisa buat klub sepak bola
    7. keinginan yg lain belum kepikiran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s