Tentang Sebuah Nama

Dari awal lahir di dunia, dirumah, aku selalu berada dalam posisi nyaman. Mungkin disetting oleh orang tuaku begitu. Tidak ada rasa iri, dengki, dendam, etc. Yang ada hanya ingin.

Ya, keinginan anak-anak biasa yang seringkali tak beralasan kenapa menginginkan ini itu. Keinginan yang kadang tak harus selalu dipenuhi.
Keinginan yang harus selalu diperjuangkan.

Masih ingat ceritaku tentang selembar papan monopoli yang harus kutukar dengan hafalan Al Kafirun? Ah, kalau lupa, kapan-kapan kuceritakan lagi. ^o^

Kali ini, entah kesekian kali, aku bercerita tentang keinginan. Keinginan anak-anak yang tidak beralasan, bukan keinginan yang harus diperjuangkan.

Dulu waktu aku kecil, aku punya jutaan keinginan. Dari yang remeh temeh binti konyol hingga yang kuperjuangkan sampai di akhir 20-ku ini. Salah satunya, yang remeh temeh binti konyol yaitu keinginan untuk mengubah nama. Hehehe..

Ga tau kenapa, aku merasa aneh dengan namaku yang puanjaaang itu (capek nulisnya kalo disuruh bu guru nulis nama -.-a). Mana ga ada yang sama lagi sekampung. Beda dengan misalnya Anis, Ika, Eka, Lilis, dll.

Lha namaku? Amy.
Panjangnya? Panjang banget. :p
Kenapa bapak ga ngasih aku nama yang familiar aja gitu? Tuing tuing!

Aku pun bertanya kepada ortuku, kenapa namaku aneh? Dan dijelaskanlah asal usul dan filosofi di balik nama itu, bla bla bla..

Saat aku bertanya, kenapa ga ada yang namanya sama kayak aku?
Jawabnya kurang lebih gini : “yang banyak bukan berarti baik. Tampil beda biar dikenal”

Hehehe, jawaban itu juga yang dilontarkan bapak beberapa tahun kemudian saat aku bertanya “kenapa aku harus berjilbab”. Tepatnya saat lebaran terakhirku tampil di muka publik tanpa jilbab,10 atahun yang lalu. (ceileh,kayak artes aja)

Tapi jawaban itu tetep aja aku ga berhenti pengen punya nama yang familiar. Misalnya Ani, Mala, atau Wulan yang sangat terkenal di buku teks Bahasa Indonesia milik Depdikbud kurikulum 1994.
Atau Nirmala, Upik, dll yang terkenal di majalah Bobo. (untung ga pengen punya nama Coreng atau Mak Konde :p)
Atau lagi Marimar, Esmeralda, Carlotta, dll (yang ini gara-gara mbak Ramini sama mbak Tik yang ngasuh adek-adeku suka melototin telenovela -.-“)
Etc.

Tapi seiring berjalannya waktu, makin kesini aku makin nyadar, namaku bagus, belum ada yang sama plek. Tapi sekaligus berat karena filosofinya..

Meskipun gara-gara rumitnya namaku aku harus repot ngurus ijazah yang salah tulis. Harus menghabiskan banyak waktu cuma buat ngarsir LJK di bagian identitas. Dan harus menghabiskan banyak tinta untuk sekedar menulis nama (wkwkwk parah! Yang ini boong! :p)

Yaaa seperti yang saya bilang tadi, ini bukan keinginan yang harus diperjuangkan. Yang harus diperjuangkan adalah harapan dan keinginan orangtuaku yang diselipkan indah di namaku.

^o^/

4 thoughts on “Tentang Sebuah Nama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s