SELAMAT MERAYAKAN IDUL FITRI 1432 H

“SELAMAT MERAYAKAN IDUL FITRI 1432H”

Dalam KBBI : me.ra.ya.kan v cak 1 memuliakan (memperingati, memestakan) hari raya (peristiwa penting dsb): ~ hari proklamasi kemerdekaan republik indonesia; ~ hari lahir

pe.ra.ya.an n cak 1 pesta (keramaian dsb) untuk merayakan suatu peristiwa

Sedangkan dalam Amyclopedia, merayakan adalah memperingati suatu peristiwa dengan meriah.

Jadi……… pantas saja tiap lebaran yang seru cuma rame-ramenya. Tanpa sadar mengabaikan esensi proses yang mengantarkan kita ke peristiwa tersebut.

Kemarin saya tidak sengaja melihat tausiyahnya Ari Ginandjar, saya sih ga akan mengulang tausiyahnya detail. cuma intinya, kebanyakan orang hanya melihat hasil dengan mengabaikan proses. beliau menganalogikan dengan orang berpuasa atau jogging. setelah seharian puasa atau sejam jogging kita pasti merasakan haus, dan kita pasti akan melakukan apapun untuk menghilangkan haus itu. setelah kita mendapatkan air minum, kita pasti akan merasa puas. namun yang kita kejar sebenarnya bukan air minum itu bukan? Kita puasa dengan tujuan ibadah, bukan untuk berbukanya. begitu pula dengan jogging, kita tidak jogging untuk mendapat kenikmatan meminum air, tapi dengan tujuan olahraga. Kita tidak harus berlari selama satu jam untuk segelas air minum bukan?

(udah nyambung belum sih? susah jelasinnya pake tulisan -.-“)

Dalam kasus Ramadhan, 30 hari puasa bukan untuk mengejar Idul Fitri, walaupun tak jarang kita temui orang-orang yang tidak puasa, tidak shalat, tapi selama ramadhan heboh ini itu untuk merayakan Idul Fitri. Sah-sah saja sebenarnya karena Idul Fitri adalah hari raya yang memang patut dirayakan.Namun tidak sesederhana itu Allah memberikan satu perintah hanya dengan tujuan untuk “merayakan”. Ada tujuan yang sangat besar dan sangat baik dari Sang Maha Baik.

Mungkin juga gara-gara kata “merayakan” yang ditulis di spanduk-spanduk itu, yang menyebabkan orang-orang pada maen petasan. karena merayakan dianggap identik dengan suasana hingar bingar nan meriah.

tapi bagaimana dengan proses yang ter(di)abaikan tadi?

Kontemplasi Tengah Ramadhan

Mohon Maaf Lahir Batin… ^.^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s