Corat Coret Curhat : Oktober 2007

Aku sangat mencintainya, dia pun mengaku demikian — sangat mencintaiku. Namun aku memutuskan untuk berpisah, bukan karena aku berhenti mencintainya atau sebaliknya. Melainkan karena aku tidak ingin semakin banyak hati yg terluka karena aku bersamanya dan dia membersamaiku.

-Corat Coret Curhat : Oktober, 2007-

😯

Kali ini adalah edisi bolak-balik diary lama jaman SMA. Ternyata jaman ababil dulu,aku pernah “wise” gini ya? Wkwkwk

#wise apanya? Cengeng kali!

#biarin kamu anggep apa, pokoknya aku anggep itu wise. Titik. Ga boleh protes. Lha wong ini tulisanku sendiri kok. kalo kamu ga setuju ya nulis di blog tandingan aja. Wkwkwkwkwk

Walaupun nulisnya dengan cucuran air mata tak henti ala ngiris bawang merah sepuluh kilo dengan backsound MenangisSemalam-nya Audy, sama punya Flanela yang lupa judulnya apa, trus My Immortal sama Sad (wadezig! Cengeng amat sih My! Ga oye banget deh… -.-), sampai besoknya ke sekolah tidak dengan mata indahku melainkan dengan mata sembab bengkak segede gaban, untung pake kacamata waktu itu, jadi kalo ga dari jarak deket ga ada yang liat. Tapi tetep aja banyak yang tau, apalagi temen-temen sekelasku nan baik hati dan penuh perhatian kepadaku.. huhuhu… :bighugforallmyfriend:

Karena temen-temenku yang pada punya hobi menghibur itu, malam berikutnya backsoundnya udah ganti, bukan Menangis Semalam lagi, tapi Dunia Belum Berakhir-nya Shaden, sama Untuk Sahabat-nya Audy. Sama lagu yang ini “ternyata tanpamu langit masih biru, ternyata tanpamu bunga pun tak layu, ternyata dunia tak berhenti berputar walau kau bukan milikku”. Ehehehe….

Pokoknya ganti-ganti tiap hari genre musiknya deh. Hahhaha

Ga ketinggalan pose khas orang lagi patah hati tu, ngelamun di depan kamar mandi sambil bersenandung dengan suara pas-pasan, dengan pemandangan pohon pisang, pager, dan jemuran, sekalian ngantri mandi. (acara ngantri mandi sering dijadikan ajang curhat. :p)

Sebenernya kalimat yang kutemukan itu ga indah sih, sederhana, tapi tetep aja cukup “wow” bagiku, yang baru ngebacanya sekarang, 4 tahun kemudian. Lucu, aneh, kagum, dll. Ternyata aku bisa mengambil keputusan untuk membesarkan hati di umurku yang masih belia saat itu. Halah.. hahhaha

Jaman dulu itu mamen, saat aku masih imut dengan gaya yang ga kalah sok imut nongkrong di kantin berjam-jam sambil berhaha-hihi sama Aglis, Neli, Agis, Rahmat, Cacing, dll, walaupun jam sekolah sudah berakhir. (untung ibu kantinnya baik banget jadi kita ga diusir, malah menurut pengakuannya beliau cukup terhibur dengan mendengar obrolan kami, ga jarang si Ibu dan si Mbak ikut nimbrung ngobrol pula :p). Jaman masih rusuh dengan segala kerusuhan lari-lari sepanjang koridor nabrakin beberapa orang (maaf ya yang pernah ketabrak :-D), lompat pager dan lompat jendela IPA 5 rame-rame dengan beberapa tersangka cuma karena males jalan muter, etc. (kok masa laluku ga ada manis-manisnya sama sekali ya? hihihihi)

Walaupun memang sempat terpuruk, tapi aku tetep bisa nyengir bahagia lihat di kertas ulangan Fisika dapet 10. Iya 10! Sueeerr! Untuk skala nilai 100. Wkwkkwkkwk..

Kata guruku nan cantik, itu upah kita udah repot-repot nulis rumus segambreng. hahahahha

M-e-m-a-l-u-k-a-n? Ga gitu juga sih, temennya banyak. :p

Aku juga masih bisa berhaha-hihi sama temen-temen, heboh ngegosip di bangku favorit layaknya ibu-ibu arisan dengan anggota tetap.😀

Hikmah baca-baca diary malam ini adalah pesan-pesan sebagai berikut :

– menulislah My, untuk dirimu sendiri, suatu saat kamu bisa mengambil pelajaran dari masa lalumu.

– berpikirlah sederhana My, bahwa roda pasti berputar, dan sekarang benar-benar berputar.

– sahabat adalah segalanya, yang setia menatihmu saat kamu jatuh, yang selalu berusaha membuat lengkungan indah di wajahmu.

– keadaan terpaksalah yang menempa manusia menjadi lebih dewasa

– kadang Allah menganugerahimu dengan musibah dan kesedihan, bukan karena Dia membencimu, melainkan karena Dia cemburu padanya yang kau cintai, Dia ingin cintamu yang seperti dulu, yang sangat sederhana, dengan menjalankan titah-Nya dan senantiasa mendekatinya. Dia rindu membelaimu dalam pelukan penuh kasih sayang, karena kamu semakin menjauh hasta demi hasta.

One thought on “Corat Coret Curhat : Oktober 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s