M.A.N.T.R.A

Tuhan adalah Raja bagi tiap hamba-Nya. Dia bisa saja menjentikkan jari-Nya untuk menghasilkan sebuah keajaiban besar bagi hamba-Nya yang membutuhkan. Maka jangan pernah putus meminta.

Allah tak pernah tidur. Dia ada dan senantiasa memantau bahkan setiap detak jantung dan lintasan hati. Maka ketika kita berharap akan sebuah pertolongan, suarakan permohonan itu berulang-ulang tanpa bosan.

Permohonan itu akan menjadi seperti sebuah mantra yang mengalir seiring aliran darah dan napas kita. Mantra atau ‘kata-kata ajaib’ itu akan tersebar ke seluruh alam, di mana alam akan ikut mendoakan kita. Mengaminkan setiap doa kita.

Dan Allah, Tuhan kita, selalu akan menjawab doa kita dengan cara-Nya yang teramat indah.

Memohon serendah-rendahnya diri, agar Dia berkenan menyamakan skenario-Nya dengan skenario kita.

Aku pernah mendengar dan meyakini, bahwa Tuhan akan memberikan apa yang kita butuhkan dan bukan apa yang kita inginkan. Lalu di saat-saat seperti ini, aku malah tak tahu lagi, apakah ini adalah keinginan atau kebutuhanku?

Apakah itu bukan hanya egoku semata, yang menginginkan apa yang ada dalam benakku menjadi sebuah kenyataan?

Lalu. Apakah Tuhan akan semata-mata menolak semua keinginan manusia yang tak sama dengan keinginan-Nya? Apakah manusia memang tak pantas memiliki sebuah keinginan? Jika demikian, mengapa Dia meniupkan sebuah kata bernama “keinginan” ke dalam hati setiap manusia? Kenapa dijadikan-Nya kita cenderung terhadap lawan jenis, anak-anak, harta benda, dan segala unsur duniawi lainnya?

Oh, oke, ada ayat dalam Al Qur’an yang bicara tentang itu. Di situ dikatakan bahwa itu semua adalah ujian bagi manusia, agar dengannya manusia meningkat nilai keimanannya.

Call me shallow.

Tapi aku hanya ingin malam ini, mengetuk pintu Tuhan.  Aku bahkan tak lagi peduli, apakah Dia akan menjawab ketukanku yang patah-patah ini, atau Dia hanya akan menyahut sesaat dari dalam rumah-Nya. “Ada apa lagi, Amy? Kenapa kamu begitu banyak meminta? Tidakkah kamu melihat, begitu banyak orang yang bernasib lebih malang darimu?”

Oh Tuhan, aku bahkan sedang tak sanggung (atau tak ingin? Hellow, where are you my ego?) memikirkan siapapun di luar sana.

Yes, katakanlah aku dangkal. Imanku hanya sepercik air.

Tapi kemanusiaanku berkata, di saat seperti ini, sungguh ada satu kalimat yang paling tak ingin kudengar. “Lihatlah, di luar sana begitu banyak orang yang nasibnya jauh lebih malang darimu”. I know. Tapi bisakah saat ini saja, aku ingin dikasihani dan dipeluk Tuhan, dihibur-Nya dengan usapan teramat lembut di punggungku yang lelah. Aku ingin Dia menghapus air mataku dengan berbisik, “Sekarang pejamkan matamu, Amy. Lalu bukalah pada saat kuperintahkan.”

Aku kemudian menuruti perintah-Nya.

Dan saat aku membuka mata, aku mendapati Dia telah menurunkan tangan-Nya membentuk sebuah keajaiban doa yang indah dan paling indah dari semua keindahan yang pernah kutahu dan kurasakan.

Aku akan segera menghambur ke pelukan-Nya, seperti anak kecil yang lari ke pelukan ibunya saat permintaanya dikabulkan. Akan kubisikkan pada-Nya, “I’ll do my best to please you, Dear God.”

Oh, akankah semua itu bisa menjadi kenyataan?

Atau itu hanya karena aku terlalu banyak membaca dongeng-dongeng romantis?

Sungguh, aku tak ingin malam ini berjalan cepat menuju pagi, jika esok kutemui kenyataan tak seindah yang kubayangkan.

Kontemplasi Fiksi – Afianti : 2010

One thought on “M.A.N.T.R.A

  1. memang iman turun naik, tentu bukan Iman Amrori karena sekarang dia jd penjaga sekolah

    tetapi nduk, pernah ada yg ngasih tahu, ujian seseorang itu bukan dikala kita sedang kesusahan gundah gulana duka nestapa dan berderai air mata yg membutuhkan dan menginginkan dekat dengan sang Gusti Allah ingkang Maha Kuaos, karena ketika sedang susah sudah seharusnya memohon pertolonganNya, ndak bole ke tempat lain… sedang ketika kita ( koq kita… ) sedang bersenang senang dan penuh kelimpahan itulah ujian sebenarnya…

    akhirul kalam…aku yo pengin oleh ujian dadi wong sugih banget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s