Tak Peduli = Jahat (?)

kehidupan semakin rusak bukan karena semakin bnyk orang jahat. tapi karena semakin bnyk orang2 yg tdk peduli.

status bang Darwis sore ini. Saya sangat tertarik, hari-hari belakangan semua media sedang mengobok-obok tentang Pluralisme, yang untuk kesekian kali dikaitkan dengan HAM.

ah, terlalu banyak yang tidak peduli.

Biarkan saja mereka buang sampah sembarangan, yang penting kita jangan.

Biarkan saja mereka menggunjing, itu dosa masing-masing.

Biarkan saja mereka pacaran, toh ga ML di jalan.

Biarkan saja mereka aborsi, yang penting jangan sampai anak kita mengikuti.

Biarkan saja orang-orang LGBT menyebarkan pemikirannya, yang penting kita ga usah dengar.

Biarkan saja dia mencuri, yang penting bukan barang kita yang dicuri.

Biarkan saja, biarkan saja semua bicara, ini negara demokrasi, kita menjunjung tinggi HAM.

Pada prinsipnya, HAM itu melindungi semua, apapun itu, yang penting tidak merugikan orang lain.

Oke, fine.

Biarkan orang lain buang sampah sembarangan, air banjir akan melewati semua rumah tanpa pernah memilih, termasuk rumah anda.

Biarkan saja mereka menggunjing. Jadilah acara infotainment mendapat rating tertinggi di negeri ini. Bahkan banyak orang jadi memiliki kepedulian berlebih.

Biarkan saja mereka pacaran, toh ga ML di jalan. Bukan ga, tapi belum. Sudah banyak yang jadi korban.

Biarkan saja mereka aborsi. Lumayan, daging janinnya bisa jadi sup yang konon bernilai gizi tinggi. Kemudian dalam hitungan sekian puluh tahun ke depan menu ini semakin populer, dimana-mana dijajakan lewat gerobak dengan merk “Mie Janin”, “Bakso Daging Janin”, etc. Manusia kembali ke masa lalu, jadi kanibal. Tak ada rasa kemanusiaan.

Biarkan saja orang-orang LGBT menyebarkan pemikirannya. setelah nyebar perlahan tapi pasti, kemudian pemikiran itu diserap oleh anakmu di masa remajanya. Kira-kira bagaimana perasaanmu sebagai ibu? Atau anakmu katakanlah normal alhamdulillah, tapi ada sesosok LGBT yang jatuh cinta sama anakmu. Apalagi yang ngejar-ngejar anakmu itu sekaligus menyandang status psikopat. Apakah saat itu kamu akan bunuh diri seketika?

Biarkan saja dia mencuri, yang penting bukan barang kita yang dicuri. Ah… andai barang kesayanganmu yang hilang…

Memang ketidakpedulian itu mungkin terasa biasa saja sekarang, tak tahulah nanti…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s