Cita-Cita Sederhana

Di sela-sela hobi baru yang mengisi hari-hari saya belakangan ini, yaitu mantengin laptop sambil bungkus-bungkus orderan pada tengah malam, di home fb saya muncul share status salah satu teman saya. Kutipan sebuah kalimat yang sejak November tahun lalu mengusik nurani saya ketika membaca bukunya. Halaaaah…
Kalimat sederhana ibu Hasri Ainun Habibie. Yang nama suaminya sering disebut oleh orang tua saya sewaktu saya masih kecil. Berikut kutipannya:

“Mengapa saya tdk bekerja? Bukankah saya dokter? Memang. Dan sangat mungkin saya bekerja waktu itu. Namun saya pikir : buat apa uang tambahan dan kepuasan batin yg barangkali cukup banyak itu jika akhirnya diberikan pada seorang perawat pengasuh anak bergaji tinggi dengan resiko kami kehilangan kedekatan pada anak sendiri?
Apa artinya tambahan uang dan kepuasan profesional jika akhirnya anak saya tidak dapat saya timang sendiri, saya bentuk pribadinya sendiri? Anak saya akan tidak memiliki ibu.
Seimbangkah anak kehilangan ibu bapak, seimbangkah orang tua kehilangan anak, dengan uang dan kepuasan pribadi tambahan karena bekerja? Itulah sebabnya saya memutuskan menerima hidup pas-pasan. Tiga setengah tahun kami bertiga hidup begitu”.

Malam ini kalimat itu kembali mengusik.

Well, saya bukan seorang ibu. Tapi calon ibu insyaAllah. Sama perempuannya dengan ibu Ainun. Saya tipe perempuan yang sama sekali ga bisa diam. Saya ingin bekerja, sebagai cara untuk sekedar menunjukkan eksistensi diri saya misalnya. Atau sekedar ingin punya penghasilan sendiri. Tidak pernah sekalipun saya membayangkan hanya hidup di sebuah kotak berdinding yang disebut rumah. Semegah dan seluas apapun itu. Paling jauh hanya main ke tetangga ujung gang, dan ngerumpi disitu. Lalu kalau lagi pengen ngemall harus pakai minta duit sama suami dulu karena ga punya duit sendiri? Oooooohh… apakah hidupku akan sesepele itu? Menjadi tukang gosip sepanjang waktu? Dan hidupku layaknya sinetron-sinetron dimana tokoh ibu-ibunya selalu berlipstik merah dan bermaskara tebal yang hanya bangun tidur menyiapkan sarapan, anak suami pergi saya beberes, setelah itu baca majalah atau telponan sama teman arisan yang ujung-ujungnya nggosip lagi? T.T

Sangat mengerikan!!!! >,,<

Kemudian saya teringat kalimat teman saya yg lain lagi,
“apa gunanya kamu sekolah tinggi-tinggi kalau anakmu nanti hanya diasuh oleh seorang perempuan berpendidikan rendah yg kamu gaji?”

Kalimat itu sangat tendensius mungkin. Bukan bermaksud meremehkan pekerjaan PRT. Hanya kalimat ngejleb yang benar-benar makjleb. Seorang Ami memang harus disadarkan dengan kalimat kasar kadang -_-“

Sejak juli lalu alhamdulillah saya lulus, rencana S2 saya hapus dengan semena-mena untuk sementara waktu karena masih agak trauma dengan skripsi yang unpredictable itu.

Sekarang, saya masih single dan available (kalimat ini bukan promosi terselubung :p), maka saya putuskan untuk bekerja semampu saya. Menyenangkan hati orang tua.

Sembari saya siapkan sebuah investasi (yang saya harapkan) jangka panjang, dengan membuat sebuah toko online. Masih merangkak, masih serabutan. Tapi saya yakin, suatu saat pasti akan mencapai puncak, sebagai pekerjaan sampingan saya sambil menimang bayi-bayi saya nanti. Tanpa perlu meninggalkan mereka diasuh oleh orang antah berantah yang saya upah. Saya ingin ambil banyak bagian di kehidupan anak-anak saya nanti. Saya hanya ingin itu, menjadi sekolah pertama bagi anak-anak, bukan dengan “memaksa” mereka masuk sekolah di usia dini. Hanya itu.

Kalaupun tidak mencapai puncak, bukan masalah besar. Sudah lama saya menanggalkan sisi ambisius dalam hidup saya, tapi saya selalu total dan melakukan yang terbaik yang saya bisa. ^^

Dalam hidup, kau tidak diwajibkan untuk menang,
Kau hanya diwajibkan untuk terus mencoba melakukan yang terbaik. ^^

Semoga Allah, Ibu, Bapak, dan calon suami saya dimanapun dia berada, meridhoi keinginan sederhana saya.🙂

motivasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s