NorakNorakBergembira Ala Anak SMA : Cerita Adit si Anak Rohis

Cerita ini berawal dari kisruh dunia maya tentang siaran TV-nya partai Nasgor, yang membuat semua anak masjid kebakaran jenggot (ini yang ikhwan, kalo yang akhwat apa? Masak kebakaran jilbab?? :s). Sebenernya ini bukan kali pertama ya, ini kali ke sekian. Makanya mereka geregetan berjamaah.

Saya bukan anak rohis, tapi suka keluar masuk masjid (yaiyalaaah… Tempat ibadah umat Islam apa coba? Masjid kan?). Saya juga sering ikut kajian di masjid, soalnya males kalo ikut kajian di emol, kejauhan (emang ada?). Makanya saya juga brububrubub kalo dibilang kajian-kajian di masjid itu bibit teroris.

Mmm… masjid itu menempati bagian tersendiri di hati saya. Mmm.. gimana ya, setidaknya ya, setidaknya, masjid membuat saya lebih beradab. T.T

Kajian di masjid ga pernah diajarin bikin bom, ga pernah diajarin pakai pistol. Banyakan diajari jadi anak, istri atau suami yang baik. #ups :p

Lagian ya, masjid itu bagaikan rumah, anak basket ke masjid, anak Gastra ke masjid, anak Paresmapa ke masjid, anak bengal ke masjid, anak alim juga ke masjid.

Nah, jadi masjid itu sebagai media kontrol buat saya yang suka khilaf kalau horehore, apalagi jauh dari orang tua, jadi seandainya selama 8tahun sebagai anak terbuang saya ga mau kenal masjid, mungkin saya ya jadi gitu deh… Biar hidup saya seimbang dunia akhirat. Amin..😀

Nah, ke inti cerita aja ya, ada sahabat saya, sebut saja Adit (nama sebenarnya :p), dia seorang yang saaaangaaaat cerewet tapi banyak diemnya (lhoh??), suheri (suka heboh sendiri), hidupnya ga jauh-jauh dari komik dan game online, serta tiap istirahat kerjaannya basket mulu sampe seragamnya basah keringat -_-”

Yaaaa… Pokoknya hidupnya gitu-gitu aja deh. Ga ada serunya. Kita heboh ngegosip di bangku belakang dengan suara melengking 5 oktaf juga dia ga bakalan denger kalo udah asyik sama komiknya.

Mmm… Sebenarnya ada 3 orang manusia yang setipe sama Adit ini. Bagaikan anggota Three Musketeers, mereka bertiga selalu kompak. –”

Nah, hidup Adit yang datar-datar aja itu, mendadak berubah sejak negara api mulai menyerang. Halaaah..
Maksudnya agak ada tanjakannya gitu. Sejak pada suatu hari, di kelas kami ga ada yang mau jadi sie rohis. Secara sie rohis itu ya di mata kita harus yang alim, kalem, kalo ngomong alus, etc. Pokoknya di kelas kami ga ada yang memenuhi kualifikasi tersebut. Soalnya ruang kelas kami seluas ruang teater, jadi ga bakal denger kalo ngomongnya alus. *alibi :p
Nah setelah rapat yang berbelit-belit dan berlangsung sealot karet ban, akhirnya mengerucutlah pada satu nama, Adit.

Jadilah, sejak saat itu, dia jadi gambaran orang paling sholeh di kelas. Yaaaa walaupun ga seideal gambaran sebelumnya :p

Aaaaahhh… Selamat ya Dit..

Aku rasa, itu akan jadi kenangan terindahmu. Saat hidupmu jadi berwarna diantara lembaran kertas buram komik.

Jadi, apa kabar sekarang? Masih jadi anak masjid? ^_^v

**igauan yg kutemukan pagi ini di notes hp😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s