Reborn of November

Malam ini mami sms, seperti biasa.

Tapi aku merasa beda.

“Besok rabu pulang ya, Bagas ulang tahun”

Sebelumnya, ga pernah ada tradisi ulang tahun di keluarga kami. Itu tradisi orang barat kata bapak. Kita pun tak pernah protes. Toh tanpa ulang tahunpun, mereka selalu mendoakan kita setiap hari, setiap waktu, minimal 5 kali sehari. Tanpa ulang tahunpun kita selalu makan bersama jika sempat, walau sederhana. Atau iseng makan diluar bersama. Itu semua lebih dari cukup. Kita bahagia.

Tapi aku merasa, besok benar-benar spesial. Kusebut ini keajaiban Allah. Setahun yang lalu, beberapa hari setelah Bagas ulang tahun, beberapa hari setelah Beno terbang ke Makassar demi tugas negara, 24 November 2011, Bagas kecelakaan. Masih ingat bukan?

Saat itu dia berjuang mempertahankan nyawa di ruang operasi, dengan kondisi darah hampir habis sama sekali. Waktu itu dia bertahan hidup di ruang ICU selama 7 hari, dan 3 bulan terbaring di tempat tidur di 3 rumah sakit besar di 3 kota berbeda. RS St. Elisabeth Semarang, KS Hospital Pati, dan RSI Koestati Solo. Tanpa bisa bergerak banyak.

Masa itu, diantara kami tak ada yang berani membayangkan Bagas bisa berjalan lagi seperti sekarang, bahkan bisa kembali bermain tenis lapangan dan futsal. Walaupun dengan stamina tak seperti dulu lagi.

aku sudah cukup sangat bahagia saat pertama kali dia menggenggam erat tanganku, sangat erat.

Ini tahun pertama dia terlahir kembali. 18 tahun.

Selamat ulang tahun Bagas…

We love you as you know, ever, sesempurna atau setidaksempurna apapun kamu, tetap adikku. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s