Dulu, aku pernah menulis ini…

Dulu, aku pernah menulis ini,
disatu halaman sebuah buku,
buku catatan kimia tepatnya.

ya, saya tak pernah menyukai pelajaran itu. sama sekali. setiap ulangan blok, ada seorang kakak tingkat baik hati yang selalu duduk bersebelahan dengan saya, namanya Mas Ibnu, dia kerjakan soal saya, dengan mengendap-endap. ehehehehe…

Tapi saya ga minta lho ya, dia yang prihatin melihat saya selama 2 jam melongo, hanya mengerjakan soal teori. Lalu dengan tanpa bersuara, dia menyerahkan lembar soalnya, menukar dengan soalku, kemudian tetap tanpa suara mengerjakannya, dan tanpa suara lagi menyerahkannya pada saya. tetap senyap. tanpa suara. bahkan akupun hanya mengenal namanya. wkwkwkwkk

Makasih mas, kau menyelamatkanku selama 2 tahun. :p

eh, kembali ke sebuah tulisan di satu halaman sebuah buku catatan kimia.

ini dia,

“aku dikenal playgirl oleh banyak orang,
dikenal sombong,
sok jual mahal.
padahal aku tak bermaksud begitu.
kalau banyak yang suka sama aku, bukan salahku kan?
aku hanya bersikap ramah pada setiap orang.
Pacarku pun cuma seorang. Itupun sudah kuusir dari hatiku taun lalu.
kemudian, jika sekarang dalam status j-o-m-b-l-o, -yang dengan iseng diumumkan oleh sahabat-sahabtku-, ada beberapa teman yang PDKT, normal kan?
Dan ga mungkin aku memilih semuanya. kalaupun harus memilih, aku cuma akan memilih seorang,
seorang yang membuat lututku bergetar saat dia tersenyum menyapaku.
eh, tak hanya itu.
saya butuh yang lebih daripada sebuah senyuman.
seorang yang bisa membuatku tertawa? boleh jadi. aku tak suka badut, tapi aku suka lelaki humoris.
atau seorang yang memilih menyusulku ke kosan temen di sore hari saat saya mengerjakan tugas, dengan membawa sebotol air mineral dan setangkup roti. Aku tak butuh sms “sudah makan belum?”
Ah, saya sudah terlalu bosan dengan pertanyaan itu.😀
Dan dia tak perlu tahu kemana saja saya seharian. capek tau nulis sms laporan.😀
Sekarang pilih mana?
eh, tapi aku capek pacaran. bosen gitu-gitu aja.
ntar aja lah, terlanjur janji sama Umi and the gank, ga pacaran 5taun kedepan.
hahahaha sanggup ga ya?”

itu racauan ABG 17 tahun.
Perfectly monyet ya? Hahhaa
Sampai sekarang, aku masih percaya, suamiku nanti adalah seseorang yang saat dia tersenyum otomatis membuat lututku bergetar. Dan parahnya, sampai 22 tahun lewat ini, belum ada sama sekali tau ga seh… -____-
Ah, jangan-jangan yang kuyakini itu salah ya?
Wkwkkwkwkk
Au ah gelap. :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s