Coretan No. 113

Ada maaf setiap kali disakiti
Ada pemakluman setiap kali dikecewakan
Tapi jika terus dilakukan berulang, haruskah seorang diri mendewasakan hati?
Padahal hakikatnya adalah saling memberi.

Sakit yang membukit,
Terlalu naif jika diungkit
Kecewa berbuah luka menganga
Ditanggung sendiri
Bagai bom waktu, menghancurkan segala.

kata orang bijak, bukan sabar jika berbatas,
bukan maaf jika berbalas
Tapi, sakit tak selalu dapat dijelaskan.

Jenuh, tanpa interaksi, tanpa interupsi.

Keledai pun tak pernah terperosok di lubang yang sama, lalu kenapa kau tak menjatuhkan diri ke lubang yg lain jika kau bukan keledai?

Maaf bukan berarti melupakan.
Maaf tidak selalu berarti kesempatan.
Maaf bisa didefinisikan sebagai akhir dari sebuah harapan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s