Prinsip Dagang Orang Cina

Orang Cina itu pekerja keras, ulet. Pernah ada cerita curcol dari dosen saya tercinta. Pada suatu hari beliau ke toko Cina di depan kampus UNDIP Pleburan (banyak toko Cina disana), beliau mencari pointer untuk presentasi. Waktu itu belum sebooming sekarang yg semua orang punya ya🙂
Dan, dosen saya selain butuh juga sedang membuktikan keuletan Cina itu. Beliau tau disitu ga mungkin ada pointer. Karena itu toko alat tulis biasa. tokonya kecil, khas toko Cina jadul.

kurang lebih percakapannya demikian :

Dosen : “cik, ada pointer ga?”
Cina : “pointer apa ya?”
Dosen : “itu lho yang kayak laser buat presentasi, biar bisa nunjuk2”
Cina : “bentuknya gimana?”
Dosen : “kayak pulpen kecil gitu lho Cik”
Cina : “wah belum punya, besok kesini lagi ya, tak cariin”
Dosen : “owh, ok, makasih ya Cik”

Dari percakapan singkat itu, kita sudah bisa mengambil pelajaran.

1. Si Cina ga tau apa itu pointer, ga tau bentuknya gimana, ga ada bayangan (Cina tua). Tapi dia mencari tahu.
2. Dia berani ambil resiko, berusaha mencarikan apa yang dicari pembelinya. Tidak mau mengecewakan konsumen. dan tidak mau menolak rejeki. Walau belum tentu dosen saya esok kesana lagi.
3. Esoknya, waktu dosen saya kesana lagi, pointer itu sudah ada. Bahkan menawarkan beberapa pilihan.

Wow banget kan?

Trus barusan saya nemu ini di Kaskus. Lebih lengkap lagi tentang keuletan orang Tionghoa. No sara. patut diambil hikmah.🙂

1. KERJA KERAS ibarat kata keramat yang mendorong pedagang Cina berhasil dalam bisnisnya…

2. Jika dahulu bapaknya berjualan air di pinggir jalan, anaknya akan membuka restoran dan barangkali cucunya akan mendirikan pabrik yang memproduksi air dalam kemasan.

3. “Jika kita sama rajinnya dengan orang-orang di Barat, kita tidak akan dapat menyaingi mereka,” ka
ta Kim Woo Choong. Harus lebih rajin lagi agar bisa menyaingi mereka.

4. Jika ingin lebih berhasil dari orang lain, kita tidak punya pilihan, kecuali bekerja dengan lebih keras dan rajin.

5. Persepsi orang Cina pada perdagangan adalah positif. Dunia dagang adalah dunia yang menjanjikan kesenangan, kemewahan, dan kebahagiaan.

6. Pedagang yang jatuh akan merasa sakit, tetapi rasa sakit itulah yang membuatnya bangkit kembali.

7. Berdagang dapat dijadikan sebagai hobi, tetapi bukan untuk mengisi waktu luang.

8. Keuntungan yang diperoleh tidak dibelanjakan. Keuntungan tersebut digunakan untuk menambah modal kerja dan melakukan investasi.

9. Uang digunakan untuk menghasilkan uang.

10. Pedagang Cina membolehkan terjadinya tawar-menawar. Meskipun proses ini memakan waktu dan mengurangi keuntungan, hal ini dapat menggembirakan hati pelanggan.

11. Pantang mengeluh di hadapan pelanggan, apalagi menunjukkan emosi negatif.

12. Bersikap terbuka dan berlapang dada apabila menghadapi situasi sulit, dan tetap fokus mencari jalan keluar.

13. Orang Cina rela bangun dini hari dan terus bekerja sampai malam hari.

14. Kegagalan pertama tidak dapat melunturkan semangatnya. Sebaliknya akan membuatnya semakin gigih. Kegagalan kedua dijadikannya pelajaran. Kegagalan ketiga menjadikannya lebih bijak. Kegagalan berikutnya menguji kesabaran dan ketabahannya.

15. Budaya dagang orang Cina mengutamakan kecepatan dalam bertindak, hal ini penting seperti “siapa cepat dia dapat” dalam segala kondisi.

16. Dunia perdagangan penuh dengan persaingan keras dengan berbagai macam cara. Oleh karena itu pedagang harus mempersiapkan dirinya dengan seni ‘bela diri’ perdagangan untuk menghadapi serangan dalam bentuk apapun dan kemungkinan yang akan datang.

17. Pedagang harus memiliki daya tahan, mental, dan jiwa yang kuat.

18. Tanpa mengalami kerugian, keuntungan tidak mungkin datang.

19. Pedagang Cina mempunyai kode etik. Menjatuhkan perdagangan orang lain adalah perbuatan yang terkutuk.

20. Bagi masyarakat Cina, pedagang dilarang mengganggu dan menjelek-jelekkan kegiatan perdagangan orang lain. Persaingan dibenarkan menurut nilai moral dan pertimbangan kemanusiaan. Pedagang yang tidak mematuhi etika ini akan terkena sangsi. Perbuatan menjatuhkan perdagangan orang lain dianggap sebagai tindakan yang menyalahi aturan. Sekali namanya sudah rusak, selamanya orang tidak akan mempercayainya lagi.

21. Meskipun kasih sayang & sikap patuh tidak dapat dinilai dengan uang, kekayaan akan dapat memberikan kebahagiaan dan meningkatkan status sosial keluarga dalam masyarakat.

22. Beberapa faktor yang memotivasi keberhasilan orang Cina adalah kemiskinan, perasaan kurang aman, kemampuan bertahan hidup di tempat orang, tidak ada pilihan, & ajaran falsafah yang didapat sejak kecil.

23. Uang tidak pernah jadi penghalang. Asal ada kemauan, pasti ada jalan. Jika belum ketemu jalan, buatlah jalan.

24. Petuah untuk berhasil dalam bidang perdagangan adalah dengan menjadi pedagang yang jujur, terpercaya, dan memudahkan urusan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s