Indonesia Vs Malaysia

Saya penggemar berat Upin-Ipin, episode terbarunya berjudul “BELI PAKAI SUKA”. Seperti halnya episode-episode sebelumnya, kali ini mereka membawa pesan mulia (bagi orang Malaysia tentunya), yaitu “Cintai Produk Buatan Malaysia”. Pada satu scene diceritakan bahwa Upin, Ipin, kak Rose, dan Opah pergi ke pusat perbelanjaan (atau mungkin pameran?), ada macam-macam barang dijual disana. Songket dan batik ada, kuda lumping ada, gasing ada, dan banyak lagi yang selama ini kita kenal sebagai produk kita, asli mahakarya orang Indonesia.

Beberapa tahun terakhir, 1,2,3,4,5, sampai 10 tahun ke belakang, kita sering sekali mengalami konflik dengan Malaysia berkenaan dengan budaya. Saya hanya menyoroti tentang budaya. Konon katanya Malaysia mengklaim batik, kuda lumping, lagu Rasa Sayange, dll. Kemudian sekonyong-konyong kita larut dalam hiruk pikuk caci maki, bakar membakar, dan entah apalagi. Bagai api disiram minyak, begitulah antara Indonesia dan Malaysia. Bahkan anekdot terbaru yang saya dengar “bukan masalah kalah melawan Thailand, yang penting menang lawan Malaysia” J

Apakah yang terjadi di sana serupa? Ataukah mereka tetap damai sentosa? Saya kurang tahu pasti.

Lain cerita, Bapak punya family warga negara Malaysia, sudah 4 generasi turun temurun hidup disana. Tanah air mereka adalah Malaysia.
Dulu mbah Buyut kami merantau ke Malaysia, sekitar abad ke 19, masa penjajahan Belanda. Mbah Buyut saya menikah dengan orang Melayu, kemudian setelah lahir 2 anak, beliau kembali ke Indonesia, ke Jawa. Seorang adiknya tetap tinggal di Malaysia. Konon (menurut tuturan cerita mbah Uti) sejak Jepang menguasai Indonesia, hubungan antara Indonesia-Malaysia terputus, tidak ada akses antara kedua negara ini. Yang di Malaysia tidak bisa pulang ke Indonesia, yang di Indonesia tidak bisa menengok ke Malaysia, sampai akhir hayat mereka. Contoh ekstrimnya seperti pemisahan Jerman Barat dan Jerman Timur oleh Tembok Berlin.

Kenapa jadi bercerita tentang keluarga saya?😀

Mbah Cik (in grammatical is totally error :s), karena bapak saya memanggil beliau “Pak Cik”, setiap kali bertemu kami suka ngomong dengan bahasa Jawa, dengan akses Melayu yang kental pastinya. Kadang bercampur Melayu-Inggris-Jawa. Baru kemarin saya ngeh dan menanyakan, “kok bisa bahasa Jawa?”

Lalu Mbah Cik menjawab, “mbiyen wektu aku cilik, bapakku ngajarine boso Jawa, bahasa pertama saya ya boso Jawa, karena Bapak saya merasa berdarah Jawa, jadi beliau mengajarkan budayanya ke anak-anaknya.”

“dulu waktu sekolah, guru menggambar bunga di papan tulis, ditanya ke murid-muridnya, aku angkat tangan, dan menjawab ‘KEMBANG’, padahal itu flower. hahaha”

Blablablabla…. panjang banget ceritanya.

Dari sepotong percakapan itu saja dapat saya simpulkan, “WOW”

Mereka yang jauh dari tanah airnya, menanam tradisi leluhurnya disana. Di negeri orang.

Kembali ke Upin-Ipin, pada episode tahun-tahun lalu, ada yang bercerita tentang gobag sodor, jelong delik, bahkan ada yang dengan vulgarnya menyanyikan lagu “Rasa Sayange”.

Kita disini hanya sampai pada menggerakkan bibir, mereka selangkah lebih maju, mengemas pesan dalam sebuah film animasi, permainan yang sangat cantik.

Bisa jadi juga, kita hanya menggerakkan bibir penuh caci maki, tapi dengan anak-anak kita tak pernah sekalipun mengenalkan segala kebudayaan kita, jadul katanya. Coba tanya sama anak anda, tahukah dia lagu Rasa Sayange? Kemungkinan tidak tahu. Saya bertanya pada anak tetangga saya, tidak ada yang tahu, tapi mereka malah hafal lagu berondong tua. *WTF

Maka sejak hari itu saya bertekad, akan mengajari anak saya boso Jawa, dan mendukung ayahnya mengajarkan bahasa Minang. Maklum lah orang tuanya blasteran. -_-“

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s