My Wedding, My Project

H-86 counting down to be Nyonyah😀

Akhirnya saya merasakan juga kegalauan dan kegelisahan menghadapi persiapan yang belum beres. Jauh banget dari kata B-E-R-E-S.

Sumpek, maunya nangis aja, bener-bener calon manten blues (istilah sendiri)
Apalagi saat udah buntu, calon suami nun jauh di negeri seberang ribuan kilometer dari sini. ihiiik… T.T
(salah sendiri milih suami pake impor dari pulau seberang)
Tapi biasanya habis nangis jadi lega sih. Manusiawi lah sebagai wanita normal. :p
well, mari kita cekcok.
1. Venue: Di rumah.
Kalau dihitung-hitung sebenernya murahan di gedung, jauuuuh lebih irit. Secara kota kecil gitu loh. Ballroom yang paling bagus aja cuma 3jeti. Tapi apa daya Bapak Ibu pengen dirumah aja, selain biar ga kesana kemari, katanya biar teman-teman tau rumahku yg terletak di kaki pegunungan Kendeng. Bapak malah sempet guyon “lha wong manten kok diungsikan ke gedung” :p
hmm.. baiklah, nurut ajah😀
tapi ini belum beres, secara walau tinggal di desa, tapi kayak di kota, jalan depan rumah sempit, beruntung masih ada tanah nganggur di samping rumah. cuma disana ada banyak tanaman, dan masih mikir2 enaknya yang dibunuh yg mana. Meminimalisir korban pembunuhan pohon. -_-
2. Rias dan Dekorasi: by Artika Salon
Ini salon deket rumah, masih sodara. hehehe
Rias akad rencananya soft aja, you know me so well..
pakai gaun warna putih, si abang tukang bakso , eh maksudnya abang calon suami pakai jas item aja.
Untuk pestanya totally kebaya khas Solo. jadi yang laki pakai beskap lengkap dengan kerisnya, yang putri pakai kebaya.
Tadinya mau pakai konsep nasionalis aja sih (eh kayak partai :p), tapi kata Bapak biar calon besan yang impor bisa ngerasain bebesan sama orang Jawa, kapan lagi coba?😀
Gaun dan kebaya pengantinnya nyewa semua, ga ada budget buat itu. toh nanti ga bakal dipake lagi, kan sayang.😀
Tapi untuk ibu, mamer, among tamu perempuan, dan adik-adik ipar perempuan beli semua, biar pas di badan, kalau nyewa susah ngepasin. Ga ada waktu buat fitting, karena mereka semua baru mendarat ke Pati H-1😀
Dekorasinya pakai gebyok warna cokelat, Jawa bingit..
Selain standing flower, minta dibikinin janur juga untuk pelengkap dekorasi. pokoknya Jawa bingitt…
3. Tenda: minta dicarikan sama bude Tin Artika Salon, belum konfirmasi warna.
4. Catering: Konfirmasi menu dan jumlah pesanan. Jangan lupa cek dan sesuaikan penataan dan dekorasi catering dengan warna tema acara.
5. Hiburan: Belum ngasih song list dan cd lagu ke entertainer. Yang bagian ini ga berharap banyak😦
Semoga aja mereka bisa nyanyinyah.
6. Dokumentasi: Belum memutuskan. Ini nih penyebab kegalauan berkepanjangan. Soalnya pengennya foto2nya sempurna. kalau video mah apa aja lah ya.. direkam sendiri :p
7. Seragam Keluarga dan Panitia: sudah belanja kemarin, belum lengkap semua. arrrrggghhhh…
8. Undangan: Belum jugaaaa… kasusnya sama dengan dokumentasi. Bikin galau dan harus diselesaikan pekan ini targetnya.
9. Souvenir: sama belumnya, sama galaunya. :p
10. Mahar dan Seserahan: idem nomer 6,8,9 :v
Demikianlah sodara-sodara sebangsa dan setanah air.
Ga heran kalo calon pengantin biasanya bisa kurus tanpa diet. bener-bener menguras tenaga, pikiran, dan air mata. halaaahhh…
Semoga semua diberi kelancaran dunia akhirat. aamiin..

2 thoughts on “My Wedding, My Project

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s