Tragedi Cincin Kawin

Lupakan sementara tentang catatan perjalanan.

saya sedang ingin menceritakan suatu rahasia besar. saya sudah tidak kuat menyimpan rahasia ini rapat-rapat. hahahhaa

Cerita dimulai sekitar 1 bulan sebelum pernikahan kami. Mas calon suami meminta saya membelikan cincin kawin. Omaigod. Karena kami terpisah antara jarak dan waktu, akhirnya doi ngasih ukuran jarinya. saya yang ga sempat hunting cincin perak offline (Dalam Islam tidak boleh memakai emas untuk laki-laki), jadilah saya memesan cincin itu disebuah gerai perhiasan online.

all is well awalnya.

sampai pada h-2 kami baru bertemu. Dan saya memberikan cincin yang saya beli itu.

jreng jreng jreeeeeng…. itu cincin kebesaran sodara. hahahhaa

bahkan buat dipake di jempol pun kebesaran :v

Kami berdua bingung. dimana bisa dapatkan cincin itu?

akhirnya H-1 kita baru muter-muter kota Pati. door to door ke toko perhiasan.

Sampai tetes peluh penghabisan, ga ketemu juga. Akhirnya kami putuskan sudahi saja pencarian cincin kawin ini. Besok pas acara tukar cincin pakai yang ada saja.

Setelah itu, saya pengen beli kutek di sebuah toko aksesoris. Sendirian. nah disitu ada cincin harga limaribuan. Dan kayaknya sih pas buat mas calon suami. Modelnya simpel lucu. Toh misal ga pas ukurannya juga cuma limaribu, ga rugi banyak. hahaha
akhirnya kubelilah cincin marebu itu. hihihi

Langsung mampir kehotel tempat mas calon suami nginep, bilangin, “aku beli cincin buat kamu, tapi harganya cuma marebu. hahahahha”
dia: “ha? Ya Allah, jangan sampai ada yang tau. hahahaha”

Lega juga kita. rahasia ini masih tersimpan rapi antara kita berdua sampai setelah prosesi akad nikah selesai.

malamnya aku ga tahan buat ga cerita ke Ibuk.
“Buk, tau ga, cincin yang dipakai Frans tadi harga marebu, beli di Cindy kemaren. soalnya nya…”
Ibuk : “ha? marebu? hahahaha paraaaahhh”

kemudian kami ngikik-ngikik bergembira.

Taaapiiii sayangnya itu cincin ga awet, besoknya udah ilang. mas suami yang kece itu lupa naruh dimana. hahahhaa

gpp cuma marebu, besok beli lagi selusin dipakai barengan :v

akhirnya pas kita di Padang beli yang lebih bagus dengan harga yang lebih manusiawi untuk sebuah cincin kawin. :p

ah, bahagia itu sederhana.

Doaku, semoga sampai tua nanti, kita bisa mengatasi semua kerikil-kerikil kehidupan dengan cara-cara sederhana yang membuat kita selalu tertawa ya Yang.🙂

5 thoughts on “Tragedi Cincin Kawin

    • hihihi tadinya saya bilang “udah deh gausah pake cincin”
      eh si masnya dengan kepedean bilang “kamu rela aku dilirik-lirik cewek dikira jomblo?”

      hahhahaa jadilah beli perak yang lebih bagus sembari nunggu perak yg lama dipermak😀

      atau kalau ga perak, pakai palladium aja mbak, konon katanya lebih bagus😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s