MUDAHNYA MEMBUAT PASPOR BAYI DI KANTOR IMIGRASI PATI

Pertama-tama, bersyukur banget walau kota kecil tapi ada kantor Imigrasi di Pati, hihi jadi ga jauh-jauh keluar kota buat urus paspor. Kantor Imigrasi Pati ini terletak di jalan pantura, dekat dengan Dua Kelinci. Kalau dari dan ke arah Semarang pasti lewat.

Secara umum syarat dan tatacara pembuatan paspor bayi sama dengan pembuatan paspor perorangan biasa.

Siapkan KTP kedua orang tua, buku nikah, akta lahir bayi yang bersangkutan, KK, paspor orang tua jika ada. Semua difotocopy. Untuk KTP fotocopynya ga usah dipotong ya, biarin selembar gitu aja. Dan materai Rp. 6000.

Kami memanfaatkan fasilitas permohonan paspor secara online, http://www.imigrasi.go.id.
Pertama masuk ke halaman tersebut, klik layanan publik, klik layanan online, kemudian layanan paspor online.
pas1

setelah itu muncul halaman sebagai berikut, klik pra permohonan personal.
pas2

Kemudian isi semua form sesuai data yang ada dan ikuti alurnya. Terakhir pilih tanggal kedatangan di kantor Imigrasi untuk wawancara, foto, dan rekam biometrik.

Kami memilih tanggal 11 Juli 2016, mumpung suami masih di Pati, dan berharap antrian tidak terlalu ramai karena baru selesai cuti bersama lebaran. Kami sampai di kanim sekitar pukul 09.30, ternyata sudah lumayan rame. 😅😅

Sampai sana langsung ke bagian informasi di dekat pintu masuk. Kami pikir karena sudah daftar online sampai sana tinggal wawancara dan foto saja, ternyata form yang kami isi mungkin dianggap kurang lengkap, jadilah sang suami teladan mengisi form lagi thirik-thirik.😀

Formulirnya sama dengan pengajuan paspor biasa, bedanya untuk bayi menggunakan materai 6000 di surat pernyataan orangtua (bagian ini saya ga baca full, Cuma tandatangan saja soalnya rempong sama Adam). Nah di koperasi sana tidak menyediakan materai, jadi suami mesti jalan kaki sampai depan Dua Kelinci. Ada baiknya bawa materai saja dari rumah.

Setelah form kami kembalikan ke bagian informasi, kami duduk sebentar, belum ada 3menit lah, eee langsung dipanggil lho. Hihi alhamdulillah. Kami dapat urutan 3-002, dimana 3-001nya dipanggil ga ada. Jadi kami orang pertama di hari itu yang menggunakan fasilitas permohonan online. 😎😎

Wawancara sejenak, hanya mencocokkan data fotokopi dengan asli, ditanya negara tujuan, berapa lama disana, dll dsb, ga ada 5 menit.

Lalu kami disuruh antri untuk foto. Sekitar 10 atau 15 menit sudah dipanggil pula. Untuk orang dewasa yang pakai kaos oblong sih disana disuruh ganti kemeja yang sudah disediakan, entah untuk bayi ada kewajiban foto pakai kemeja atau tidak saya kurang tahu, tapi Bayi Adam sudah pakai kemeja keren donk. Haha anaknya sendiri dipuji-puji di blognya sendiri biarin lah ya 😂😂

Tadinya saya mau dipakaikan kain putih lalu Adam dipangkuan saya, biar backgroundnya tetep putih, kayak mau cukur rambut gitu. Tapi berhubung adam saya pangku sudah nutupin muka saya, jadinya dia saya pangku di sebelah paha, trus saya miring-miring biar ga keliatan di kamera. Eh gimana sih nyeritainnya, pokoknya ya gitu deh 😁😁

Nah Adam lagi masanya waspada sama orang asing, jadilah dia pose mengkeret sambil mengerutkan dahi. LoL

Untuk bayi ga pakai rekam biometrik, walau di kwitansi bayar biaya biometrik. 😁

Kata petugasnya paspor bisa diambil hari Kamis. ok skip skip markipul.

***

Hari kamis pagi saya cek progress permohonan paspor melalui layanan sms ke 08157706444 tapi gagal.

image

Kemudian saya cek melalui web imigrasi.go.id, klik status permohonan personal
pas2

masukkan 16 digit nomor permohonan pembuatan paspor,
pas4

alhamdulillah sudah selesai.
pas5

Jam 10.30 kami sampai di Kanim, antri sebentar di bagian informasi, saya serahkan bukti pembayaran, lalu disuruh menunggu sebentar. Sekitar 5 menit sudah dipanggil, paspor diberikan ke saya, lalu fotokopi sebentar untuk arsip disana, selesaaaiii..

Bayi Adam sudah punya paspor yey!!

image

Sudah hanya sesimpel itu, dan ga bertele-tele. Layanan cepat ramah dan nyaman. Cuma kalau bisa sih ada pojok bermain anak gitu kayak di kantor-kantor layanan publik lain, jadi buat bayi-bayi yang bikin paspor ga bosen. Haha soalnya pas nunggu ayahnya isi form thirik-thirik, Adam kabur keluar, lari-lari ngejar ayam kate unyu-unyu di parkiran mobil. (ini anakku aja ya yang model gini? :’))

Buat yang mau bikin paspor, manfaatkanlah layanan online, saaaangaat membantu dan mempercepat proses kok. Kalau antri manual yang pasti lebih lama. Trus ga usah pakai calo juga kan murce cuma bayar 360000.


Yuk mari kita turut serta mensukseskan reformasi birokrasi di negeri ini. Kalau bisa dipercepat tak perlu diperlambat yaa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s