1st NHW Matrikulasi Institut Ibu Profesional : Adab Menuntut Ilmu

Alhamdulillah akhirnya ikut kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional juga, setelah sekian lama ragu maju mundur cantik πŸ˜…

Di kelas matrikulasi ini kami mendapat tugas mingguan yang disebut Nice Homework (NHW), berkaitan dengan materi yang telah diberikan sebelumnya.

Hari ini merupakan hari pertama materi dimulai, tentang Adab Menuntut Ilmu. Pertanyaan-pertanyaan NHWnya membuat saya merenung cukup lama, mau menjawab apa. huhu..
karena selama ini saya banyak minat minim eksekusi πŸ˜₯

Bismillah saya coba menjawab semuanya,

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
Saya punya banyak sekali minat ilmu, tapi yang paling urgent sekarang adalah parenting.

2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
Karena saat ini saya adalah seorang ibu, madrasah pertama bagi anak-anak. Sejak punya anak, saya merasa semakin banyak sekali kekurangan pada diri saya. Saya ingin anak-anak tidak menyesal dilahirkan dan dibesarkan oleh saya. Saya ingin anak-anak tumbuh bahagia.

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
Selama ini saya hanya otodidak belajar melalui buku, bertanya kepada orangtua, menjadi follower para ahli parenting, dll. Tidak punya guru. Padahal dalam mencari ilmu harus ada guru. Matrikulasi IIP ini jadi ikhtiar pertama saya dalam mencari guru.

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.
– selama ini saya adalah orang yang sok tahu, sok merasa paling banyak membaca buku, padahal prakteknya susah. Dari materi pertama ini saya diingatkan kembali untuk mengosongkan gelas, ikhlas menerima kucuran ilmu baru.
– bersungguh-sungguh dalam mengerjakan tugas, ini alasan saya maju mundur mengikuti kelas matrikulasi IIP sebelumnya, takut mendapat tugas, takut tidak ada waktu mengerjakan, dan ketakutan-ketakutan lain, yang mungkin hanya halusinasi saya saja. Maka mulai hari ini saya bertekad bersungguh-sungguh mengerjakan setiap tugas yang diberikan.

Stirling, 16 Mei 2017
WAG IIPMB4 LN

#bayiadam21mo

Adam lahir tanggal 9, biasanya saya catat semua perkembangannya. baru sadar tadi pagi diingetin ayahnya ini tanggal duabelas πŸ˜‚
Adam sudah ngapain aja sebulan kemarin?

Dia hafal (hampir) semua kata semua lagu di akhir nada

Dia ngubah sendiri kata Tuhan di semua lagu jadi Allah. entah ga tau ni, padahal emaknya dan semua orang rumah kayaknya ga pernah rubah lirik apapun. haha

Tiap ada adzan dia ngoprak-oprak semua orang di sekitarnya untuk menengadahkan tangan, berdoa, ga boleh ngomong, ga boleh pegang hp, fokus berdoa, sampai adzan habis *terharu anak gw sholeeeh πŸ˜‚

Ngasinya makin kenceng πŸ˜…

Sudah mau pup jongkok, dulu2 dia berdiri karena jijik liat pupnya 😁 PR mau pup/pipis di kloset duduk, nanti di pesawat kekmanaaaaa.. πŸ˜†πŸ˜†

lagi mogok sikat gigi seri bagian atas, yg lain oke aja, cuma ga mau yg situ, apa karena gigi taringnya mau tumbuh ya jadi ga nyaman?
sudah panggil emaknya “Nda”, tapi kalau lagi nyuruh2 bilangnya “Am, Ami”
sudah mulai akrab lagi sama ayahnya via layar hp πŸ˜… tiap liat hp emaknya bunyi langsung bilang “ayaah!!” sambil berbinar2

 
sudah bisa bilang ailopon (red : xylophon), bukan tingtingting lagi

 
rambutnya jadi lurus. haha ga tau ding, tp ga sekriwil dulu gitu, ga mlungker2 lagi

 
sudah bisa minta makan kalau lapar, suka cari-cari makanan sendiri di kulkas, sudah mengerti kalau ngantuk berarti bobok. Walau sedang bertamu dirumah orang, kalau dia ngantuk, dia bilang “ulang, ulang, salim,” salaman sama semua, ambil sepatu, ke mobil, ga pake rewel, di mobil bobok πŸ˜‚πŸ˜‚
kalau ngantuknya pas dirumah, “Am mimik bobok!!” lari ke kamar 😊😊

sudah bisa mandi air bak, ga harus anget, jingkat-jingkat sedikit tapi ga nangis

 
kalau di minimarket/swalayan, dia selalu ke freezer eskrim, ngendon disana beberapa menit sambil merapal “ecim ecim”, tapi ga selalu beli lah ya, “hari ini kita ga beli eskrim”, trus sy tinggal aja belanja sambil diawasin dari jauh, lama2 dia ambil keripik πŸ˜‚ dan ga boleh juga sama emaknya, “Adam ga boleh makan itu, itu makanan orang dewasa, kembalikan ya” dia kembalikan lagi ke raknya, kita beli susu aja. hihi
Dia sudah mengerti mainan, jadi kalau di toko ada mainan menarik, dia minta. “Adam sudah punya mainan itu dirumah, ga beli lagi ya” atau “Bunda ga ada rencana beli mainan Adam, ini uangnya untuk beli susu, tunggu bulan depan ya”, sementara its worked. semoga seterusnya
dia tantrum justru untuk masalah sepele, misal dia lagi di kamar, mobil-mobilannya di teras, tu dia tiba2 ngamuk minta mobil, dan emaknya kan ga ngerti dia ngomong pake bahasa planet maunya apa, jadi “Adam nangis dulu deh, kalau sudah nanti baru ngomong baik2 sama bunda mau apa, bunda ga ngerti kalau adam ngomong sambil nangis”, lalu tabah dengerin konser disertai sedikit miris adegan badan dibanting2 si empunya.
kalau ada mas2 kurir pick up, dia buru-buru bungkus buku/mainannya, trus dikasih ke masnya “aket aket iyim” πŸ˜‚
Susah difoto, rebut hp mulu
Suka ngikutin kalimat emaknya, tp dia belum bisa nyambung kalimat, jadi patah2 ngomong “esawat-ayah-duduk”, maksudnya “ayah kesini naik pesawat jemput adam, di pesawat, kalau di pesawat harus duduk, pakai sabuk pengaman, trus bobok”
atau “owa-goool-ayah”, “asket-ayah”, “inton-ayah”

 

 

yak cukup sekian rangkuman yang diingat emaknya. minggu depan insyaAllah kita pindahan ke UK. yuhuuu semoga lantjar jaya yaa.. aamiin..

Que Sera Sera

1487027313618Que Sera Sera

Pernah dengar lagu ini? familiar ya?
iya jadi jingle iklan semen 😁

Lagu ini meaningful banget menurutku. Cocok buat nyanyi-nyanyi sama Adam.
Yuk nyanyi yuk..

WhenΒ I was just a little girl,
I asked my mother, “What will I be?
Will I be pretty?
Will I be rich?”
Here’s what she said to me:
“Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future’s not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be.”

When I was just a child in school,
I asked my teacher, “What will I try?
Should I paint pictures?
Should I sing songs?”
This was her wise reply:
“Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future’s not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be.”

When I grew up and fell in love,
I asked my sweetheart, “What lies ahead?
Will we have rainbows
Day after day?”
Here’s what my sweetheart said:
“Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future’s not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be.”

Now I have children of my own.
They ask their mother, “What will I be?
Will I be handsome?
Will I be rich?”
I tell them tenderly:
“Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future’s not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be.
Que sera, sera!”

written by Jay Livingston and Ray Evans

The Power of Sounding

1486876634193

saya adalah 1 dari sekian banyak ibu-ibu yang percaya the power of sounding. . .

walau saya “gagal” sounding Adam untuk mencari jalan lahirnya sendiri, masih percaya aja sih, pantang menyerah. haha

Pas IMD sambil ngumpulin nyawa yg tinggal separo, ngajak adam ngobrol apa aja, salah satunya “adek cari mimik ya, kita belajar bareng, mimik sambil tiduran gpp ya, bunda belum bisa duduk, anak pintar”,
berlanjut dari ruang perawatan sampai sekarang ngasinya banyakan sambil tiduran.

Mulai hari pertama kita tidur bareng (kita sengaja memilih bedding in mulai di RS),
“kalau lampu mati waktunya bobok, kalau dah terang waktunya bangun”

manjur juga alhamdulillah. Tapi ga begadang bukan berarti maknya tidur sepanjang malam. haha namanya asi eksklusif, dikit2 bangun nyusuin, tapi karena nyusuinnya sambil tiduran, ga jarang ikut tidur juga. 😁

saat penerbangan pertama Adam, usia 3bulan, Semarang-Jakarta-Padang-Batam-Semarang, sounding soal “mungkin akan sedikit berisik dan melelahkan, tapi gpp adam anak tangguh”,
dan “bobok aja di pesawat“, lancaaar.

sounding penting lagi menjelang mpasi, “Adam anak pintar, sehat, kuat, latihan makan kita, apapun yg tersaji harus dimakan, ga boleh pilihpilih makanan, nasi, roti, daging, tempe, sayur, apapun yg ada di piring Adam berarti penting untuk dimakan” #makmaksemiotoriter πŸ˜‚

manjur sampai adam umur 12bulan, ga pernah nolak makanan, ga pernah drama. mulai drama menjelang 13bulan itu πŸ˜‚ mungkin dia dah lupa soundingnya. wkwk
GTM itu semacam sunnatullah kali ya πŸ˜… .

yg remehtemeh pun seperti kalau mau berencana pergi ninggal dia agak lama kadang suka sounding “besok bunda pergi 3jam, adam tidur pagi yg lama ya, kalau bangun main makan sama mbah uti”
lumayan bisa kondangan bareng teman2, atau sekedar nyalon biar tetep waras πŸ˜‚ eh jadi inget dah 8bulan ga nyalon gara2 mbah uti sibuk. haha

intinya, semua anak mendengar apa yg dikatakan ibunya. Maka ibu harus selalu mengeluarkan kata-kata positif. positif bukan berarti anti kata “tidak” dan “jangan”, saya masih pakai kata2 itu. positif maksudnya yg baik2 gitu. Ga bohong, apa adanya, dan logis. menurut saya sih. hahaha

Cerita Tantrum #1

Haha kok baru no #1 sih ceritanya, padahal tantrumnya udah dari 16bulan. ya gpp lah yaaa, seinget dan sesempet emaknya aja nulis dimari. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

########

Adam punya rutinitas sebelum tidur, yaitu cuci tangan cuci kaki pipis gosok gigi (pakai kasa aja, pakai sikat giginya tiap habis mandi) dan baca buku.

Pada suatu malam tiba-tiba dia mogok gosok gigi. Dibujuk-bujuk tetep ga mau, malah dia nangis marah. Emaknya juga keukeuh, pantang bobok sebelum gosok gigi. haha
Lalu, criiiiing… ada ide, tonton youtube brush-your-teeth-nya sesame the street aja.

Dan ajaiiib.. Dia suka donk, mau buka mulut, mau gosok gigi.
Aman, sampai 4menit. Video habis dia ngamuk makin menjadi. hahaha salah siapa buuuuu…
Namanya mengatasi masalah dengan MASALAH. πŸ˜‚πŸ˜‚

 
Matikan hp, matikan lampu, biarin dia nangis seperti biasa, inhale exhale, 1menit, peluk, selesai perkara.
skip baca buku, langsung tidur. Sambil didongengin dongeng nasihat, bahwa gosok gigi sebelum tidur itu wajib, wajib berarti harus, harus berarti tak boleh terlewat, sekalipun, kecuali darurat.
bahwa hp bukan mainan anak-anak, hp itu sarana pekerjaan bunda, hp itu sarana komunikasi dengan ayah, bahwa jika bunda bilang tidak berarti tidak. haha otoriter
.

saya berencana baru akan mengajak Adam screentime lewat hp nanti di usia 2.5+, saat dia sudah bisa diajak diskusi dan bersepakat. Sekarang sudah lumayan bisa sih, tapi dia sering lupa. haha

Mendengar tangisan anak itu memang menyayat hati, tapi percayalah mendengarnya sekarang akan jauh lebih baik daripada nanti. -emak adam, 2017-